Logo Bloomberg Technoz

47 PLTU Adopsi Co-firing, Serap 1,8 Juta Ton Biomassa

Azura Yumna Ramadani Purnama
13 November 2025 19:07

Asap keluar dari cerobong PLTU Suralaya di Merak, Cilegon, Banten, Rabu (30/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Asap keluar dari cerobong PLTU Suralaya di Merak, Cilegon, Banten, Rabu (30/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian ESDM mencatat penggunaan co-firing atau pencampuran biomassa dengan batu bara sebagai bahan bakar pendamping telah diadopsi 47 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) per Oktober 2025.

Plt. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan volume biomassa yang berhasil digunakan melalui teknologi co-firing mencapai 1,8 juta ton dan menghasilkan listrik sekitar 1,78 juta megawatt hour (MWh).

“Langkah ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, di mana pada tahun 2020 hanya 6 pembangkit yang melakukan co-firing. Pada saat ini, sampai di akhir Oktober 2025, jumlahnya melonjak menjadi 47 pembangkit,” kata Tri dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi XII DPR, Kamis (13/11/2025).


Dalam hal ini, produksi listrik dari batu bara pada unit yang sama mencapai 193 juta MWh. Dengan begitu, rasio pemanfaatan biomassa terhadap PLTU batu bara mencapai 3,36%.

Sementara itu, bauran energi co-firing biomassa baru mencapai 0,62% dari total produksi listrik nasional.