Logo Bloomberg Technoz

Bauran EBT

Tri menjelaskan kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik Indonesia mencapai 107 gigawatt (GW) per Oktober 2025, dari besaran itu porsi pembangkit energi baru terbarukan (EBT) tercatat sebesar 14,4% atau sebesar 15,47 GW.

Dia menyebut, dari total porsi pembangkit EBT sebesar 14,4% terbagi kembali menjadi sejumlah jenis pembangkit. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mendominasi pembangkit EBT dengan porsi 7,1% atau setara 7,57 GW.

Selanjutnya, pembangkit listrik tenaga biomassa tercatat memiliki porsi 3% atau setara 3,17 GW. Lalu, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) memiliki porsi sebesar 2,6% atau sebesar 2,74 GW.

Kemudian, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menyumbang sekitar 1,3% dari total pembangkit dengan kapasitas terpasang sebesar 1,37 GW.

Selanjutnya, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) tercatat sekitar 0,1% atau baru sebesar 0,15 GW.

Tri juga menyampaikan bahwa pembangkit listrik tenaga gas batu bara (PLTGB) masuk ke dalam pembangkit EBT, dengan porsi sebesar 0,4% atau memiliki kapasitas terpasang sebesar 0,45 GW.

“Sistem tenaga listrik kita tidak bisa serta merta meninggalkan PLTU, tetapi perannya untuk menjaga keandalan ini cukup signifikan sehingga masih memerlukan sekali PLTU ini,” ucap Tri

“Kita tidak bisa menutup juga bahwa tuntutan dekarbonisasi ini makin menguat, baik dari sisi kebijakan nasional maupun dinamika ekonomi global,” lanjut dia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengklaim perseroannya telah mengurangi emisi CO2 atau green house gas sebesar 48,4 juta ton CO2, ekuivalen dengan berbagai upaya.

Darmawan memerinci pengurangan emisi karbon sebanyak 16,3 juta ton dengan pembangunan 1,3 GW pembangkit EBT, lalu 12 juta ton CO2 diturunkan dengan pengembangan pembangkit berbasis gas.

Kemudian, penambahan pembangkit dari berbasis batu bara ultra supercritical sehingga terdapat penurunan emisi karbon sebesar 13,9 juta ton.

"Ada 4,3 juta ton itu dengan adanya energy efficiency dan hampir 2 juta ton karena adanya menggunakan biomassa melalui co-firing di pembangkit batu bara miliknya PLN," ujar Darmawan dalam rapat bersama Komisi XII DPR, medio Mei.

(azr/naw)

No more pages