Logo Bloomberg Technoz

Penurunan produksi dari ladang minyak yang sudah ada, ditambah dengan terus meningkatnya konsumsi, akan dengan cepat menyerap kelebihan pasokan minyak global saat ini.

Untuk menjaga keseimbangan pasar, menurut IEA, dibutuhkan sekitar 25 juta barel minyak per hari pasokan baru dari proyeksi hingga tahun 2035.

Harga minyak pun diperkirakan naik dari level saat ini guna mendorong investasi baru di sektor hulu.

Di sisi lain, IEA memproyeksikan bakal terjadi kenaikan permintaan gas kendati masih terdapat kekhawatiran ihwal kemampuan serap atas LNG baru.

Eropa dan China, yang selama satu dekade terakhir menjadi tujuan utama ekspor LNG diperkirakan bakal tetap menerima sebagian volume baru tersebut.

Namun, potensi kenaikannya terbatas karena dorongan kuat terhadap pengembangan energi terbarukan, peningkatan kapasitas tenaga nuklir di sejumlah negara, serta penerapan kebijakan efisiensi energi.

Konsekuensinya, LNG dengan harga lebih murah cenderung mengalir ke wilayah lain di dunia, terutama ke India serta sejumlah negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Kendati demikian, IEA menerangkan, terdapat kekhawatiran kelebihan pasokan LNG sekitar 65 miliar meter kubik (bcm) pada tahun 2030.

(naw)

No more pages