Logo Bloomberg Technoz

Kewajiban Biodiesel RI Diprediksi Dongkrak Harga Sawit Dunia

News
12 November 2025 15:10

Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah./Bloomberg-Muhammad Fadli
Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah./Bloomberg-Muhammad Fadli

Anuradha Raghu dan Eko Listiyorini

Bloomberg- Minyak sawit diperkirakan akan memasuki tren kenaikan seiring Indonesia memperluas ambisi biodieselnya. Langkah ini diprediksi akan memangkas pasokan ekspor dari produsen terbesar dunia dan memperdalam kelangkaan global.

Sebagai pemimpin dunia di sektor biodiesel, Indonesia berencana mengalihkan lebih banyak stok minyak sawit untuk memperluas mandat biodiesel domestik dari 40% menjadi 50% pada paruh kedua tahun depan. Program yang dikenal dengan B50 ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menekan tagihan impor bahan bakar yang besar sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.


Namun, inisiatif tersebut ditambah dengan stagnasi pertumbuhan produksi di dua produsen terbesar dunia dapat mendorong kenaikan harga global, menggeser arus perdagangan minyak nabati, bahkan memicu inflasi pangan jika pembeli terpaksa beralih ke alternatif yang lebih mahal.

Harga minyak sawit yang digunakan mulai dari cokelat hingga kosmetik berfluktuasi dalam beberapa bulan terakhir seiring pelaku pasar menimbang stok yang membesar dan permintaan yang belum pasti. Saat ini, harga tercatat turun 6% sejak awal tahun menjadi 4.145 ringgit per ton (sekitar Rp16,7 juta dengan asumsi 1MYR Sama dengan Rp4.145).