Logo Bloomberg Technoz

BGN: 13 Ribu Orang Keracunan MBG, 50% Disebabkan Bakteri E. coli

Dinda Decembria
12 November 2025 13:10

Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 13.371 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gangguan kesehatan akibat kasus keracunan pangan. Data tersebut merupakan hasil sinkronisasi antara BGN dan Kementerian Kesehatan.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, dari total tersebut sebanyak 636 orang menjalani rawat inap dan 12.755 lainnya rawat jalan. “Perbedaan data dengan Kementerian Kesehatan sangat kecil, hanya dua kasus. Kami terus melakukan sinkronisasi agar validasi data semakin akurat,” ujar Dadan dalam rapat dengar bersama komisi IX, dikutip dari YouTube DPR RI, Jakarta, Rabu (12/11).

Secara keseluruhan, hingga kini tercatat 441 kejadian keracunan pangan di Indonesia. Dari jumlah itu, program MBG mencakup 211 kejadian atau sekitar 48 persen dari total kasus nasional. “Kami sudah memproduksi 1,8 miliar porsi makanan, dan alhamdulillah sebagian besar berjalan dengan sangat baik,” kata Dadan.


Menindaklanjuti temuan tersebut, BGN memperkuat langkah pencegahan dengan memperluas penggunaan rapid test keamanan pangan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penyebaran alat ini dilakukan secara bertahap karena ketersediaannya di dalam negeri masih terbatas.

Selain itu, setiap SPPG kini diwajibkan menggunakan food tray berbahan tahan panas yang mampu mencapai suhu sterilisasi 120 derajat Celsius. “Hal ini penting agar wadah makanan cepat kering dan steril, sehingga mengurangi risiko kontaminasi,” jelas Dadan.