Logo Bloomberg Technoz

Perubahan itu berarti rencana ekspansi armada Garuda dibatalkan, padahal sebelumnya langkah tersebut disebut-sebut menjadi salah satu pilar utama dalam program pemulihan kinerja dan peningkatan kapasitas layanan pasca-restrukturisasi.

Sebagian besar dana tunai akan digunakan untuk memperkuat likuiditas dan menopang operasional grup, terutama anak usaha Citilink Indonesia, yang tengah menghadapi tantangan finansial dan operasional.

Berdasarkan penjelasan perseroan, 63% dari dana PMTHMETD atau sekitar Rp14,96 triliun akan dialokasikan ke Citilink, sedangkan sisanya Rp8,7 triliun digunakan oleh induk usaha untuk kebutuhan operasional dan perawatan pesawat.

Tambahan Armada

Pada pertengahan tahun, GIAA meminta tambahan 15 unit pesawat kepada Danantara. CEO Danantara Rosan Roeslani saat itu mengatakan pihaknya saat itu mengevaluasi permintaan GIAA.

Teranyar, Direktur Niaga PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Reza Aulia Hakim, menyampaikan bahwa perseroan berencana menambah tujuh pesawat baru hingga akhir tahun untuk memperluas pangsa pasar domestik.

Penambahan tersebut melengkapi lima armada baru yang telah bergabung lebih dulu sepanjang 2025, sehingga secara total Garuda akan menambah 12 pesawat baru tahun ini, jumlah terbanyak sejak masa pandemi Covid-19.

“Targetnya sampai akhir tahun ini ada tujuh pesawat tambahan. Kami masih terus berkoordinasi agar proses pengiriman atau delivery pesawat bisa dipastikan selesai tahun ini,” ujar Reza saat ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Senin (22/9/2025).

Dengan tambahan armada tersebut, Garuda kini mengoperasikan 78 pesawat. Reza berharap pesawat-pesawat baru itu dapat segera digunakan untuk memperkuat layanan penerbangan, terutama menghadapi lonjakan permintaan pada periode Natal dan Tahun Baru.

(wep)

No more pages