Logo Bloomberg Technoz

Pertemuan itu menandai pertama kalinya seorang presiden AS menjamu kelompok negara yang dikenal sebagai C5+1 di Gedung Putih. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Washington memperluas pengaruh di kawasan yang selama ini didominasi Rusia dan China. Presiden Joe Biden sebelumnya menggelar pertemuan serupa di New York pada 2023.

Lima negara Asia Tengah tersebut memiliki cadangan mineral yang sangat besar, termasuk unsur tanah jarang dan uranium — yang dulu berperan penting dalam program nuklir Uni Soviet.

Sebelumnya pada Kamis, Bloomberg melaporkan bahwa pemerintahan Trump membantu sebuah perusahaan swasta AS memperoleh mayoritas saham di salah satu tambang tungsten terbesar yang belum dikembangkan di Kazakhstan.

Perusahaan AS Cove Capital LLC membeli 70% saham dua lokasi tambang dari dana kekayaan negara Kazakhstan, sementara pemerintah Kazakhstan mempertahankan kepemilikan 30%, menurut pernyataan yang dilihat Bloomberg.

Presiden Tajikistan Emomali Rahmon menyampaikan kepada Trump bahwa negaranya ingin memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan AS. Ia juga menawarkan cadangan mineral tanah jarang di negaranya sebagai bahan untuk produksi pusat data kecerdasan buatan generasi berikutnya.

Negara-negara Asia Tengah tersebut juga berpeluang mendapat keuntungan dari kemitraan dengan AS. Sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022, mereka berusaha mendiversifikasi hubungan ekonomi dan keamanan akibat gelombang sanksi internasional terhadap Moskow.

Namun langkah itu tidak tanpa risiko. AS kini semakin menekan negara-negara mitra untuk mencegah praktik penghindaran sanksi, yang berpotensi memicu ketegangan di kawasan. Rusia tetap menjadi mitra penting bagi keamanan dan ekonomi mereka, serta menjadi tujuan bagi jutaan pekerja migran Asia Tengah yang mengirim uang ke kampung halaman.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung upayanya menengahi gencatan senjata antara Kyiv dan Moskow, serta mendorong normalisasi hubungan dengan Israel. Sebelumnya, Kazakhstan mengumumkan bergabung dengan Abraham Accords — kerangka kerja yang digagas Trump untuk menormalisasi hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel.

“Saya optimistis bahwa setiap negara di sini akan merasakan manfaat perdamaian jika mereka memanfaatkan peluang yang telah kami buka,” kata Trump.

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin juga mengumumkan sejumlah rencana kerja sama ekonomi, termasuk pembelian total 40 pesawat Boeing Co.

Trump, melalui unggahan di media sosial, mengatakan bahwa Uzbekistan akan berinvestasi lebih dari US$100 miliar di AS selama 10 tahun ke depan. Angka ini tergolong besar bagi negara dengan PDB hanya sekitar US$115 miliar pada 2024, berdasarkan data Bank Dunia. Gedung Putih belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai rincian kesepakatan tersebut.

Sementara itu, dua kekuatan besar tetangga mereka juga terus mempererat hubungan di kawasan. Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu menggelar pertemuan dengan para pemimpin Asia Tengah di Tajikistan, sementara Presiden China Xi Jinping bertemu mereka pada Juni untuk membahas peningkatan investasi dalam kerangka inisiatif Belt and Road.

Pada April lalu, Uni Eropa juga menandatangani kemitraan strategis dengan lima negara tersebut dalam KTT pertama UE–Asia Tengah di Uzbekistan. Kesepakatan itu mencakup program investasi senilai sekitar US$13,8 miliar untuk pengembangan infrastruktur transportasi, mineral kritis, dan energi.

(bbn)

No more pages