Logo Bloomberg Technoz

Story Kitchen membayangkan alur cerita yang melibatkan anak-anak kota yang tanpa sengaja menemukan portal menuju semesta penuh warna milik Grow A Garden. Mereka kemudian memulai perjalanan seru sebelum akhirnya kembali ke dunia nyata.

“Grow A Garden adalah gim yang kami rasa bisa kami garap dengan cara yang berdampak dan emosional, membawa penonton dalam sebuah petualangan sekaligus tetap menghormati gim aslinya,” kata Dmitri Johnson, salah satu pendiri Story Kitchen, dalam sebuah wawancara. “Jika kami berhasil menjalankan tugas kami dengan baik, ini akan menjadi kisah keluarga yang mendorong orang untuk keluar rumah.”

Kesepakatan ini mengikuti langkah serupa bulan lalu oleh Wind Sun Sky Entertainment, perusahaan produksi asal Vancouver, yang membuat film berdasarkan Jailbreak, gim bertema polisi dan penjahat di Roblox yang dibuat oleh Badimo.

Film tersebut akan menggunakan mekanisme gim sebagai inspirasi untuk alur ceritanya, menurut Catherine Winder, CEO Wind Sun Sky. Film itu akan mencakup “aksi, komedi, dan kisah yang digerakkan oleh emosi,” ujarnya.

Roblox sendiri tidak mengembangkan gim. Perusahaan ini menyediakan alat bagi pihak lain untuk membuat judul gim. Roblox tidak menanggapi permintaan komentar mengenai perannya dalam proyek film tersebut.

Winder melihat lebih banyak gim yang akan diadaptasi menjadi film.

“Roblox adalah tempat di mana audiens masa kini sudah berada, dan platform ini sedang membentuk masa depan hiburan global,” kata Winder, yang menambahkan bahwa ia “sudah memiliki beberapa proyek lain yang sedang dikerjakan.”

Meskipun Grow A Garden tidak dikenal karena alur ceritanya, gim ini memiliki fitur-fitur unik yang bisa dimasukkan ke dalam film. Pendiri Splitting Point, Janzen Madsen, yang dikenal dengan nama daring “Jandel”, kadang masuk ke dalam gim untuk menciptakan pola cuaca ekstrem atau memberi pemain benih spesial — sebuah praktik yang oleh komunitas gim disebut sebagai “admin abuse”.

“Sedikit sentuhan Jandel Admin Abuse akan jadi hal yang menyenangkan,” kata Madsen.

(bbn)

No more pages