Tenaga Kerja Naik, Ekonomi RI Tumbuh dan Pasar Membaik
Redaksi
05 November 2025 12:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah penduduk bekerja di Indonesia pada Agustus 2025 mencapai 146,54 juta orang, meningkat 1,90 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional dan stabilitas pasar tenaga kerja.
Pertumbuhan lapangan kerja yang kuat menunjukkan bahwa sektor-sektor produktif di Indonesia mulai kembali menggeliat. Aktivitas industri dan perdagangan meningkat seiring dengan konsumsi domestik yang terus pulih, sementara sektor pertanian tetap menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Industri dan Pertanian Jadi Andalan Penyerapan Tenaga Kerja
Menurut BPS, sektor industri manufaktur menjadi salah satu pendorong utama peningkatan penyerapan tenaga kerja dengan kontribusi 13,86 persen terhadap total tenaga kerja nasional. Sektor ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan produksi di berbagai wilayah setelah sempat melambat dalam dua tahun terakhir.
Di sisi lain, sektor pertanian masih mendominasi dengan menyerap 28,15 persen dari total pekerja Indonesia. Peran penting sektor ini tidak hanya dalam menciptakan lapangan kerja, tetapi juga dalam menjaga stabilitas harga pangan dan ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan.
Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran mencatat kontribusi sebesar 18,73 persen, memperlihatkan bahwa aktivitas konsumsi masyarakat tetap menjadi penggerak utama ekonomi domestik sepanjang periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025.
Kepala Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penduduk bekerja diiringi dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 4,91 persen pada Agustus 2024 menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025.
“Peningkatan jumlah penduduk bekerja diikuti oleh penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 4,91 persen pada Agustus 2024 menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025. Jumlah pengangguran juga berkurang dari 7,47 juta orang menjadi 7,46 juta orang pada periode yang sama,” ungkap Moh. Edy Mahmud dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Selasa (5/11).
Dengan penurunan ini, pasar tenaga kerja Indonesia menunjukkan tren yang semakin sehat. Meski angka pengangguran turun tipis, capaian ini menunjukkan arah positif dari konsolidasi ekonomi pasca-pandemi serta membaiknya aktivitas usaha di sejumlah sektor utama.
Dari total 218,17 juta penduduk usia kerja, BPS mencatat sebanyak 154 juta orang tergolong sebagai angkatan kerja. Dengan demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 70,59 persen, naik dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat usia produktif yang berhasil memasuki pasar kerja formal maupun informal. Kinerja ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah dalam mendorong investasi, industri padat karya, serta digitalisasi ekonomi yang memperluas peluang kerja baru.
Pekerja Penuh Waktu Meningkat, Kualitas Lapangan Kerja Membaik
Selain dari sisi kuantitas, BPS juga menyoroti perbaikan kualitas pekerjaan. Proporsi pekerja penuh waktu meningkat, sementara setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan. Hal ini menandakan bahwa stabilitas kerja masyarakat semakin baik, dengan peningkatan pada sektor formal dan produktif.
Tren ini menjadi indikator penting bahwa pemulihan ekonomi tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan mutu dan keberlanjutan pekerjaan itu sendiri. Perusahaan mulai menunjukkan optimisme dengan memperluas kapasitas produksi dan perekrutan tenaga kerja tetap.
Tiga Sektor Kunci Jadi Tulang Punggung Ekonomi
Secara sektoral, pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan tetap menjadi tiga lapangan usaha utama penyerap tenaga kerja nasional. Ketiganya berperan sebagai tulang punggung dalam menjaga keseimbangan ekonomi, terutama di tengah tekanan global dan fluktuasi ekonomi dunia.
Sektor-sektor ini tidak hanya memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja, tetapi juga mendukung ketahanan ekonomi domestik yang tetap tumbuh solid. Sinergi antara investasi, kebijakan fiskal, dan penguatan daya saing industri menjadi faktor penting dalam mempertahankan momentum positif ini.
Dengan capaian ini, BPS menegaskan bahwa pasar kerja Indonesia bergerak menuju arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kombinasi antara penurunan tingkat pengangguran, meningkatnya partisipasi kerja, serta membaiknya kualitas pekerjaan menunjukkan fondasi ekonomi yang semakin kuat menjelang akhir tahun 2025.





























