Semakin Rentan Bitcoin Tergelincir ke Zona di Bawah US$100 Ribu
Redaksi
05 November 2025 09:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga Bitcoin telah dua kali jatuh di bawah US$100.000 dalam 24 jam perdagangan terakhir hingga Rabu (5/11/2025) pagi waktu Indinesia. Kekhawatiran di pasar semakin menghapus catatan apik lonjakan yang terjadi pada musim panas lalu.
Menurut Data CoinGecko, Bitcoin dua kali penurunan nilai terdalam dalam skala harian yaitu pada pukul 4.36 waktu Indonesia di US$99.075 dan pukul 8.36 di US$99.110,9. Situasi ini sekaligus menjadi cerminan pasar bearish di saham teknologi global.
Permintaan besar dari investor institusi melandai saat riuh Wall Street tak lagi seindah bulan lalu dengan kripto BTC hingga pukul 9.30 -5,2% namun masih bertahan pada kisaran harga US$101.292. Data year to date (ytd) Bitcoin masih 'hijau' 8,32% dengan catatan terbaru all-time high (ATH) di US$126.198 pada 6 Oktober silam, dikutip dari data Bloomberg.
Terjadi arus likuidasi sekitar US$2,2 miliar dalam 24 jam terakhir, termasuk mendorong penurunan Bitcoin dalam seminggu terakhir melebihi 10%. Data CoinGlass memaparkan bahwa sekitar US$1,63 miliar masih mengambil posisi long, atau taruhan bahwa harga aset akan naik.
“Ini adalah 'ekor' dari Black Friday,” kata Mike Maloney, CEO penyedia teknologi Incyt. “Penurunan secara tiba-tiba itu cepat terbalik, tetapi kecemasan tetap ada di kalangan investor besar.” Diketahui, arus likuidasi pasar kripto masih jauh di bawah rekor US$19 miliar yang terjadi pada 10 Oktober lalu, dikenal dengan Black Friday.































