Maja Vujinovic, co-founder dan CEO divisi aset digital di perusahaan treasury Ethereum FG Nexus menegaskan pertaruhan selanjutnya pada kisaran US$100.000-US$105.000 sekaligus sebagai level reset terbaik saat ini.
“Jika tidak, kita bisa melihat penurunan yang lebih dalam. Investor besar dan perusahaan sebaiknya berhati-hati tetapi juga memantau peluang pembelian pintar, karena kondisi ekonomi dan sentimen pasar secara keseluruhan masih rapuh,” kata dia dilaporkan Decrypt.
Koreksi Bitcoin memicu aksi jual di seluruh pasar Altcoin. Data dari CoinMarketCap menunjukkan Altcoin utama juga mencatat penurunan hingga dua digit. Seperti Ethereum (ETH) yang mengalami pelemahan 10,1% dalam 24 jam ke US$3.274. Likuidasi ETH terakhir US$655 juta, melebihi Bitcoin terkini di US$614 juta. Solana (SOL)juga turun 7,9% ke US$154,38. Cardano (ADA) melemah 7% ke US$0,5.
Penurunan nilai ini didorong oleh serangkaian faktor fundamental dan teknikal:
1. Trauma Likuidasi Oktober
Titik balik terjadi pada Oktober, ketika gelombang likuidasi yang brutal menghapus miliaran dolar AS dari posisi bullish. Chris Newhouse, direktur riset di Ergonia, mengatakan penurunan Bitcoin ke level terendah Juni ini mencerminkan struktur pasar yang masih berjuang dengan beban psikologis dari peristiwa likuidasi besar-besaran pada Oktober, yang secara fundamental telah mengubah cara peserta berinteraksi dengan tren penurunan.
Meskipun jumlah likuidasi total—baik posisi long maupun short—pada Selasa mencapai US$1 miliar (menurut Coinglass), angka ini masih jauh di bawah rekor US$19 miliar yang terhapus pada 10 Oktober. Namun, pedagang opsi telah membangun lindung nilai substansial terhadap penurunan lebih lanjut, dengan kontrak put (hak untuk menjual) dengan harga trike US$80.000 mengalami permintaan tertinggi di bursa Deribit.
2. Korelasi Negatif dengan Saham Teknologi
Penurunan Bitcoin ini mencerminkan pembalikan arah saham teknologi yang sedang naik daun pekan ini. Saham AI seperti Palantir dan Nvidia anjlok di tengah keraguan baru tentang valuasi yang terlalu tinggi. Bitcoin, yang sering dianggap sebagai proxy untuk momentum spekulatif, sekali lagi turun sejalan dengan sentimen pasar saham.
3. Arus Keluar ETF dan Minat Investor Lesu
Minat terbuka pada kontrak berjangka Bitcoin tetap jauh di bawah level sebelum krisis Oktober. Baik Spot ETF Bitcoin maupun ETF Ether telah mencatat arus keluar dana selama sebulan terakhir, menandakan penurunan permintaan investor setelah lonjakan kuat pada awal tahun.
“Walau bias arah jangka panjang tetap jelas bearish, keparahan likuidasi pada Oktober telah mencegah trader mempertahankan posisi short yang berkelanjutan dengan keyakinan, mengakibatkan pasar didominasi oleh perdagangan momentum jangka pendek yang taktis daripada eksposur arah yang berkomitmen,” tambah Newhouse.
Penurunan lebih lanjut Bitcoin akan menarik perhatian investor ke level US$100.000 yang sangat diperhatikan, yang hanya sempat dilewati sebentar pada pertengahan Juni.
Pertaruhan kripto terkini terbukti gagal dan sekaligus menjadi catatan terendah di pasar aset digital dalam empat bulan terakhir.
(fik/wep)




























