Logo Bloomberg Technoz

Suhu global dalam waktu dekat diperkirakan naik lebih dari 1,5 derajat celcius di atas sebelum Revolusi Industri. 

“Kita hampir tidak bisa menghindari (kenaikan suhu) 1,5 derajat celcius. Kita harus kembali ke awal,” tegas Anne Olhoff, Chief Climate Advisor di United Nations Environment Programme (UNEP), seperti dikutip dari Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana perkiraan harga batu bara untuk hari ini, Rabu (5/11/2025)? Apakah akan ada kenaikan empat hari beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara mantap di zona bullish. Tercermin dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 76.

RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI di atas 70 juga menjadi sinyal bahwa sudah jenuh beli (overbought).

Hawa overbought makin terasa dengan indikator Stochastic RSI yang sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli.

Untuk perdagangan hari ini, harga batu  bara berisiko turun. Maklum, kenaikannya memang sudah sangat tinggi sehingga mengundang risiko koreksi.

Cermati pivot point di US$ 109/ton. Dari sini, harga batu bara kemungkinan bakal mengetes support US$ 108-104/ton.

Namun kalau masih kuat menanjak, maka harga batu bara akan menguji resisten US$ 112/ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga komoditas ini ke level US$ 116-122/ton.

(aji)

No more pages