Logo Bloomberg Technoz

Baca Juga: Kinerja Bitcoin di Oktober Termasuk yang Terburuk dalam Daftar

Metrik Short-Term Holder (STH) Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) berada di wilayah negatif, menandakan investor yang membeli dalam 155 hari terakhir mulai menjual dalam kondisi rugi, mencerminkan melemahnya keyakinan pasar.

Permintaan ETF Melemah

Masih dari catata Glassnode, pasar tampak melemah karena momentum teknikal yang stabil diimbangi oleh melemahnya arus masuk modal.

Arus keluar bersih dari ETF Bitcoin spot mencapai US$617,2 juta berdasarkan data pekan ke-45 atau pada November ini. Hal ini menunjukkan profit-taking dan melunaknya permintaan institusional, yang menjadi penopang likuiditas.

Bitcoin berulang kali gagal menembus dan bertahan di atas level US$113.000, yang merupakan harga beli rata-rata atau cost basis bagi investor jangka pendek. Kegagalan ini dianggap sebagai titik kritis antara fase bullish dan bearish, memperbesar risiko koreksi harga.

Glassnode memprediksi ada potensi risiko penurunan yang lebih dalam dimana harga bisa jadi menuju US$88.000-an atau level ke support kuatnya saat ini. Angka tersebut merupakan rata-rata harga beli) dari investor aktif dan pernah menjadi titik pemulihan utama saat koreksi pada April 2025.

Namun dalam jangka pendek muncul skenario lain bahwa harga bakal tertahan pada kisaran US$103.000. Penurunan lanjutan akan membatalkan pola bullish teknikal yang tersisa.

Glassnode menyimpulkan bahwa pasar tetap rapuh di tengah capital inflows yang melemah dan penurunan profitabilitas, sementara holder jangka panjang masih melanjutkan distribusi aset mereka.

(wep)

No more pages