Logo Bloomberg Technoz

Malaysia Respons Eks PM Desak Anwar Mundur Gegara Pakta Dagang AS

News
04 November 2025 15:50

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (Ore Huiying/Bloomberg)
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (Ore Huiying/Bloomberg)

Anisah Shukry - Bloomberg News

Bloomberg, Malaysia menyatakan kedaulatannya tetap terlindungi dan tidak terikat oleh sanksi yang dijatuhkan AS. Pasalnya, Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim menghadapi kritik atas perjanjian dagang dengan negara adidaya tersebut.

"Malaysia tetap bebas mengambil keputusan berdasarkan undang-undang, kebijakan nasional, dan kepentingannya sendiri," tulis Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri dalam tanya-jawab tentang perjanjian dagang yang diterbitkan pada Senin (3/11/2025) malam.


"Malaysia juga tidak perlu mengubah undang-undang yang ada untuk menandatangani ART, yang membuktikan bahwa kedaulatan nasional tidak dikompromikan," imbuhnya, merujuk pada perjanjian dagang timbal balik tersebut dengan akronimnya.

Pada Senin, mantan PM Mahathir Mohamad mendesak Anwar dan kabinetnya untuk mengundurkan diri. Dia mengatakan perjanjian dagang tersebut menjadikan Malaysia sebagai negara bawahan yang terikat pada kepentingan AS.