Logo Bloomberg Technoz

Angin segar yang menerpa mayoritas mata uang Asia terjadi ketika sentimen pasar cenderung positif menyambut Kemajuan perundingan terkait gencatan tarif dagang AS dan China. 

Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, negosiator perdagangan AS–China tengah menyiapkan serangkaian acara diplomatik untuk diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan puncak.

Dalam hal perdagangan, Trump mengatakan kepada jurnalis pada Senin, “Saya benar–benar senang” tentang kesepakatan dengan China, setelah pejabat mengumumkan serangkaian kesepakatan untuk meredakan ketegangan.

Pasar turut diliputi kenaikan ekspektasi peluang penurunan bunga acuan AS, Fed Fund Rate, yang akan diumumkan pekan ini. Gubernur Jerome 'Jay' Powell  diprediksi bakal menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam rapat tersebut. 

Optimisme meluas usai riset Bloomberg Economics oleh Megan O'Neil memaparkan, belanja konsumen AS diprediksi bakal tetap kuat pada kuartal III-2025, didorong oleh kelompok rumah tangga berpendapatan tinggi. Sementara itu, terbentuknya kerangka kesepakatan antara AS dan China diharapkan dapat meredakan ketidakpastian, biarpun hanya bersifat sementara.

Sementara di pasar surat utang RI, seperti ditunjukkan oleh data real time OTC Bloomberg, arus jual membesar ditandai dengan peningkatan tingkat imbal hasil SUN nyaris di keseluruhan semua tenor. Yield 1Y mencatat kenaikan 0,3 bps yang saat ini ada di 4,784%, tenor 10Y juga menguat 0,4 bps menjadi 6,003%, sedangkan tenor 20Y menghijau 0,1 bps di level 6,478%.

Dari dalam negeri, pasar turut semringah mencermati optimisme pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi melampaui 5,5% pada Kuartal IV–2025 tahun ini, mengutip paparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers di Jakarta.

Purbaya menegaskan, defisit anggaran tidak akan melampaui batas 3% dari PDB “dalam waktu dekat”.

Ia juga menyampaikan, “pembagian beban” (burden sharing) dengan Bank Indonesia akan dihindari sebisa mungkin ke depan, guna menjaga independensi Bank Sentral, melansir Bloomberg News.

(fad/aji)

No more pages