Kilang Plaju dan Balongan Antar KPI Raih Subroto Award 2025

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kilang Pertamina Internasional (KPI) meraih Subroto Award 2025 untuk kategori Keselamatan Migas dan Optimalisasi Gas Suar melalui dua unit operasinya, Kilang Plaju dan Kilang Balongan. Penghargaan tertinggi dari Kementerian ESDM ini diberikan kepada BUMN dan pihak yang berkontribusi memajukan sektor energi dan sumber daya mineral.
Pjs. Corporate Secretary KPI, Edward Manaor Siahaan, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen KPI dalam menjunjung tinggi keselamatan operasi kilang sebagai bagian penting dari ketahanan energi nasional. Ia menegaskan, aspek keselamatan di sektor migas bukan hanya kepatuhan regulasi, tetapi juga budaya kerja yang terus diperkuat di seluruh lini operasi.
“Keselamatan kerja dalam operasional kilang merupakan salah satu aspek penting yang menjadi perhatian KPI. Kami menyadari bekerja di dunia migas termasuk kilang memiliki resiko tinggi. Penghargaan Subroto Award 2025 ini telah menegaskan kalau KPI memiliki komitmen tinggi dalam aspek keselamatan dalam menjaga keberlangsungan bisnis energi nasional,” imbuh Edward.
Edward menjelaskan bahwa KPI menerapkan pendekatan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara menyeluruh untuk memastikan budaya keselamatan dijalankan di setiap level perusahaan. Pendekatan ini mencakup aspek psikologis, sosial, hingga teknis, sehingga keselamatan menjadi bagian dari identitas seluruh pekerja dan mitra, bukan sekadar slogan.
Untuk memperkuat keselamatan operasional, KPI mengadopsi Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS), yaitu sistem manajemen keselamatan proses yang terintegrasi dengan keandalan aset kilang. Sistem ini dirancang untuk meminimalkan risiko gangguan operasi, mencegah kecelakaan, dan memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal.
KPI juga menjalankan Safety Leadership Program 4.0 guna menanamkan kepemimpinan keselamatan di semua jenjang organisasi. Program tersebut mendorong pekerja aktif mengenali risiko, melaporkan insiden, dan mengambil keputusan berbasis keselamatan. “Kami juga memanfaatkan teknologi digital untuk pemantauan real-time, analisis prediktif, dan pelatihan berbasis simulasi,” ujar Edward.
Tak hanya fokus pada internal, KPI turut melakukan edukasi keselamatan bagi masyarakat sekitar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), termasuk pelatihan tanggap darurat dan kampanye keselamatan lingkungan bersama komunitas setempat.
“Dengan pendekatan sistematis, teknologi mutakhir, dan budaya kerja yang mengutamakan keselamatan, KPI menegaskan posisinya sebagai pelopor keselamatan di industri migas Indonesia. Di tengah tantangan global menuju transisi energi, KPI menunjukkan bahwa keselamatan dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan,” pungkas Edward.





























