Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut target pemerintah adalah pada 2029—2030 seluruh desa sudah teraliri listrik, termasuk 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum tersambung.
“Program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar rakyat,” kata dia melalui keterangan resmi Kementerian ESDM, Jumat (17/10/2025).
Sebagai informasi, BPBL dijalankan pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk meningkatkan rasio elektrifikasi nasional dengan menyediakan sambungan listrik gratis bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.
Pelaksanaan program ini melibatkan PT PLN (Persero), yang menyambungkan instalasi listrik dari jaringan terdekat ke rumah warga, termasuk pemasangan kWh meter, instalasi rumah tangga, dan penerangan dasar. Program ditujukan kepada masyarakat yang sebelumnya belum memiliki layanan listrik mandiri.
Setiap penerima BPBL mendapatkan instalasi listrik rumah dengan tiga titik lampu dan satu kotak kontak, Sertifikat Laik Operasi (SLO), penyambungan sebagai pelanggan PLN dengan daya 900 VA, serta voucher listrik senilai Rp100.000.
(art/wdh)



























