Logo Bloomberg Technoz

Cerita Prabowo Ikut Pengasingan Politik Soemitro di Luar Negeri

Dovana Hasiana
16 October 2025 12:00

Presiden Prabowo Subianto berdialog dengan Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, pada ajang Forbes Global CEO Conference 2025. (Dok BPMI)
Presiden Prabowo Subianto berdialog dengan Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, pada ajang Forbes Global CEO Conference 2025. (Dok BPMI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mencerita ulang secara singkat pengalaman masa kecilnya yang harus berpindah-pindah sekolah dan negara selama bertahun-tahun. Hal ini disampaikan saat dia berdialog dengan pengusaha media asal Amerika Serikat, Steve Forbes Kemarin malam.

Menurut presiden, dia bersama keluarganya harus meninggalkan Indonesia usai sang ayah, Soemitro Djojohadikusumo mengalami konflik politik dengan Presiden ke-1 Soekarno. Hal ini membuat Soemitra dan keluarga harus ke luar negeri dan berpindah-pindah selama masa kepemimpinan Soekarno di Indonesia.

"Saya mengikuti ayah saya; dan tentu saja, keluarga saya pada saat itu. Pada dasarnya, ayah saya sedang dalam pengasingan. Dia adalah lawan politik Presiden Soekarno yang sedang berkuasa," kata Prabowo dikutip, Kamis (16/10/2025).


"Dia [Soemitro] meninggalkan negara dan kami mengikuti. Jadi, kemana pun ayah saya harus pergi, kami pergi. Itulah mengapa pada dasarkan setiap dua tahun sekali kami pindah ke negara baru."

Pengasingan Soemitro dan keluarga berlangsung saat Prabowo bersama dua kakak perempuan dan adik laki lakinya masih berada di usia sekolah. Hal ini juga yang membuat mereka semua harus berpindah-pindah sekolah. Keluarga ini setidaknya mengasingkan diri di Malaysia, Singapura, Thailand, Swiss, dan Inggris.