Logo Bloomberg Technoz

Blibli (BELI) Masih Rugi Besar, Apa Kabar Efisiensi?

Redaksi
09 October 2025 12:35

Ilustrasi Blibli, e-commerce milik grup Djarum yang resmi menjadi perusahaan publik di BEI. (Bloomberg)
Ilustrasi Blibli, e-commerce milik grup Djarum yang resmi menjadi perusahaan publik di BEI. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli, kode saham: BELI) kembali mencatatkan kinerja yang belum menggembirakan sepanjang paruh pertama 2025. Meski pendapatan naik dua digit, beban operasional dan rugi usaha masih membebani profitabilitas perusahaan e-commerce tersebut.

Dalam bahan paparan publik pada 9 Oktober 2025, manajemen Blibli melaporkan pendapatan neto tumbuh 22% year-on-year (yoy) menjadi Rp9,6 triliun dari Rp7,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun, pertumbuhan pendapatan itu belum mampu menutup kerugian pada level operasional.

Data perusahaan menunjukkan, EBITDA Blibli masih negatif Rp997 miliar, hanya sedikit membaik dari minus Rp1,05 triliun pada semester I-2024. Secara rasio, margin EBITDA terhadap total nilai transaksi (TPV) hanya naik tipis 40 basis poin menjadi -2,5%, menandakan efisiensi yang belum cukup kuat menekan biaya struktural.


Blibli mencatat take rate meningkat menjadi 8,6%, naik dari 6,5% pada tahun lalu, seiring dengan kenaikan laba bruto sebelum diskon (GPBD) sebesar 48% yoy menjadi Rp3,5 triliun. Namun, marjin laba bruto justru turun dari 19,7% menjadi 18,5%, menunjukkan tekanan harga dan insentif diskon yang masih tinggi di tengah kompetisi e-commerce yang sengit.

Struktur biaya operasional memang menunjukkan tren penurunan, dari 7,5% menjadi 7,2% terhadap TPV. Namun beban iklan dan pemasaran masih menjadi kontributor terbesar, mencerminkan strategi promosi agresif yang terus menggerus marjin.