Logo Bloomberg Technoz

Namun, laporan pertama datang pukul 13.30 dari SD GMIT 2 Soe, di mana sejumlah siswa mulai mengalami mual dan muntah.

Dalam hitungan jam, total 384 orang terdampak dari 3.005 paket makanan yang dibagikan, dengan tingkat serangan (attack rate) mencapai 12,81%. Gejala yang dilaporkan mencakup mual, muntah, pusing, diare, dan sesak napas. Kasus terbanyak ditemukan di SD GMIT 2 Soe dan RSUD Soe, sementara sekolah lain seperti SMP Negeri 1 dan PAUD Bethania tidak melaporkan kasus serupa.

“Menariknya, para relawan dapur yang ikut mencicipi makanan sebelum distribusi tidak mengalami gejala apa pun. Ini menunjukkan kemungkinan adanya paparan tidak merata atau perbedaan kualitas bahan pangan saat disimpan,” jelas Karimah.

Atas kejadian tersebut, BGN langsung menghentikan operasional SPPG Kota Soe 1 melalui Nota Dinas Nomor 585/D.TWS/10/2025 tertanggal 6 Oktober 2025. Penutupan berlaku sampai hasil laboratorium keluar dan seluruh rekomendasi perbaikan diterapkan.

Seluruh pasien telah mendapat penanganan medis di RSUD Soe dan fasilitas kesehatan lainnya, dan mulai dipulangkan bertahap sejak 4 Oktober. Tim Investigasi merekomendasikan agar dilakukan tracing selama 2x24 jam, pelatihan ulang higiene dan sanitasi dapur, serta Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk seluruh dapur penyedia MBG.

“Perlu langkah korektif menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Sistem pengawasan mutu dan pelatihan keamanan pangan harus diperkuat di semua wilayah,” tutup Karimah.

(dec/spt)

No more pages