Meski begitu, Schmid juga mengisyaratkan bahwa The Fed mungkin tidak perlu kembali memangkas suku bunga dalam waktu dekat, mengingat inflasi masih bertahan di level tinggi.
“Situasi saat ini adalah kondisi di mana peningkatan permintaan yang terlalu agresif justru bisa meningkatkan risiko lonjakan harga yang berlebihan, karena perusahaan memperoleh kekuatan harga dan meningkatkan alih beban tarif kepada konsumen,” katanya.
Gubernur The Fed Kansas City itu menilai kenaikan tarif impor turut mendorong naiknya harga barang tahan lama. Ia juga menyebut kekhawatiran bahwa inflasi kini menyebar lebih luas, dengan semakin banyak kategori barang yang mengalami kenaikan harga. Sementara itu, pasar tenaga kerja dinilainya mulai mendingin, tetapi masih tetap kuat.
Schmid menambahkan, ia berharap keterlambatan publikasi data ekonomi akibat penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown) segera berakhir. Sembari menunggu, ia akan menggunakan sumber data alternatif terkait pasar tenaga kerja dan harga, termasuk survei serta informasi dari pelaku bisnis.
Pertemuan berikutnya para pejabat Federal Reserve dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober mendatang.
(bbn)































