Logo Bloomberg Technoz

Kemenperin: Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Tumbuh 6,7%

Redaksi
06 October 2025 10:10

Ilustrasi pabrik manufaktur tekstil dan pakaian jadi di Indonesia. (Muhammad Fadli/Bloomberg)
Ilustrasi pabrik manufaktur tekstil dan pakaian jadi di Indonesia. (Muhammad Fadli/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sektor Industri  Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT)  mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,70% secara tahunan (yoy). Kementerian perindustrian menyebut hal ini sekaligus memperkuat kontribusi industri ini terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Nasional. 

“Sektor IKFT telah berkontribusi sebesar 3,82% terhadap PDB nasional, hal ini menunjukkan peran strategis sektor ini sebagai motor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin, Sri Bimo Pratomo dalam siaran media, dikutip Senin(6/10/2025). 

Kinerja positif sektor IKFT didukung oleh beberapa subsektor yang tumbuh secara signifikan, seperti Industri Bahan Galian Non Logam yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 10,07% pada triwulan II tahun 2025. Padahal, subsektor ini sempat mencatatkan penurunan sebesar 1,68% di triwulan I tahun 2025. 


Lebih lanjut, subsektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional turut mencatat lonjakan pertumbuhan yang signifikan, hingga mencapai 9,39%, jauh lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun 2025 yang hanya sebesar 3,68%, maupun 4,47% pada triwulan IV tahun 2024.

Kinerja positif juga terlihat pada industri kulit, barang kulit, dan alas kaki yang naik menjadi 8,31% dari yang sebelumnya 6,95% pada triwulan I 2025.