Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Net Sell Rp1 T, Saham Bank Diobral

Muhammad Julian Fadli
01 October 2025 07:45

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) usai IHSG turun 5% (Bloomberg Technoz/Recha Tiara Dermawan)
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) usai IHSG turun 5% (Bloomberg Technoz/Recha Tiara Dermawan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Selasa 30 September 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan melemah 0,77% terpeleset di posisi 8.061. Imbas derasnya net sell investor asing.

Jadi sebab tren pelemahan IHSG, investor asing gencar melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp1,7 triliun pada perdagangan saham seluruh pasar. Sama halnya, pada pasar reguler investor asing juga masif net sell sejumlah Rp1,2 triliun.

Adapun investor asing net sell yang masif pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp382,31 miliar. Desakan arus jual yang begitu kuat, saham BBCA melemah 1,93% terpeleset di posisi Rp7.625/saham.

Penutupan Saham BBCA pada Selasa 30 September 2025 (Sumber: Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net sell tertinggi oleh investor asing selama perdagangan kemarin, Selasa (30/9/2025):

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp382,31 miliar
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp233,7 miliar
  3. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp214,06 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp124 miliar
  5. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rp71,38 miliar
  6. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp69,89 miliar
  7. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp61,39 miliar
  8. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp51,94 miliar
  9. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp51,26 miliar
  10. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp47,06 miliar

Pada kesempatan yang sama, investor asing mencatat net buy pada saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencapai Rp196,5 miliar. Bersamaan dengan besarnya nominal pembelian, saham RAJA menguat 14,86% mencapai posisi Rp3.170/saham.

Penutupan Saham RAJA pada Selasa 30 September 2025 (Sumber: Bloomberg)