Logo Bloomberg Technoz

“Dalam skenario dasarnya, JPMorgan menargetkan IHSG di level 8.600 dan target indeks MSCI Indonesia (MXID) di 6.700 dengan asumsi laba per saham 2026 kembali ke level 2024,” tulis riset JPMorgan, Selasa (30/9/2025).

Untuk skenario optimistis, target IHSG dipatok 9.000 dengan asumsi pertumbuhan laba 5% dan apresiasi rupiah ke kisaran Rp16.200–Rp16.300 per dolar AS. Sementara itu, dalam skenario pesimistis, IHSG diproyeksikan turun ke 6.600 jika tekanan pada penerimaan negara, konsumsi, likuiditas, dan nilai tukar berlanjut.

JPMorgan menyoroti bahwa kenaikan IHSG dalam setengah tahun terakhir sebagian besar ditopang oleh investor ritel domestik. Partisipasi ritel tercatat mencapai 50-52% pada Juli-Agustus, tertinggi sejak Maret 2022.

Meski begitu, aliran dana asing masih mencatatkan arus keluar sebesar US$473 juta pada kuartal berjalan. Sementara itu, indeks MSCI Indonesia (MXID) hanya naik 7% dalam enam bulan terakhir, yang dinilai mencerminkan ketidakpastian domestik dan proyeksi pertumbuhan laba 2025 yang negatif.

Namun, JPMorgan menilai valuasi pasar Indonesia masih menarik. “Kami percaya potensi kembalinya arus dana ke pasar negara berkembang dapat mendukung re-rating, terutama dengan valuasi Indonesia yang menarik,” tulis riset tersebut.

(rtd/spt)

No more pages