Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah saham transportasi yang menjadi pendorong pelemahan IHSG, utamanya adalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang ambles 5,75%, senada dengan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) yang jatuh 9,95% dan saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) drop 9,71%.

Melansir riset Panin Sekuritas, Indeks sectoral ditutup mayoritas melemah pada Sesi I. Pelemahan terbesar terjadi pada saham–saham transportasi 1,66% dan saham–saham keuangan 0,87%.

Pelemahan di sektor transportasi terjadi akibat penurunan saham GIAA (-5,75%) seiring dengan kinerja Semester I–2025 yang melemah serta respons investor terhadap potensi merger dengan Pelita Air.

mengutip riset Panin Sekuritas, siang hari ini, Selasa.

Begitu juga dengan saham PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) yang ambles 9,35%, saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) melemah 2,89%. Saham PT Trimitra Trans PersadaTbk (BLOG) terpeleset 1,94% hingga menjadi pemberat IHSG.

Sementara saham–saham LQ45 yang berisikan saham unggulan juga tercatat di zona merah, dengan penurunan 0,72% ke posisi 796,68 hingga turut menggencet IHSG.

Saham LQ45 yang tercatat melemah harganya adalah saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) drop 2,98%, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) melemah 2,71%, dan saham PT XLSmart Tbk (EXCL) kehilangan 1,85%.

Senada, tren negatif juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) drop 1,78%, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) melemah 1,74%. Begitu juga dengan saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 1,69%.

Kinerja Bursa Asia di siang hari ini didominasi penguatan. Indeks Shanghai melesat 0,45%, FTSE Malaysia KLCI terapresiasi 0,45%, TOPIX Jepang melejit 0,42%, CSI China mencatat kenaikan 0,38%, Strait Times Singapore menguat 0,38%, dan NIKKEI 225 hijau 0,07%.

Panin Sekuritas juga memaparkan, investor masih akan mencermati tensi geopolitik, setelah kemarin Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyutujui rencana AS untuk mendorong proposal damai untuk perang di Gaza, namun akan melihat apakah persetujuan dari Hamas.

“Di sisi lain, investor mencermati rilis data NBS Manufacturing PMI China periode Sep-25 yang tercatat ke level 49,8 (prev: 49,4; cons: 49,7),” sebut Panin.

(fad)

No more pages