Sedangkan ekspor Indonesia tercatat US$1,01 miliar dan impor dari Kanada mencapai US$1,71 miliar. Produk ekspor utama Indonesia meliputi karet alam, alas kaki, kakao, mentega dan minyak nabati, serta tekstil. Sementara impor utama dari Kanada antara lain gandum, pupuk, kedelai, bubur kayu kimia, dan emas.
"Sekarang ini kan Januari-Juli itu kan ekspor kita meningkat 8,03%. Tahun lalu itu kalau nggak salah dalam satu tahun itu 2,29%. Ya sebenarnya ini bagus ya, apalagi implementasinya belum berjalan. Kalau implementasinya udah berjalan, pastinya lebih meningkat," pungkasnya.
Indonesia dan Kanada resmi menandatangani kesepakatan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-Canada CEPA). Penandatanganan dilakukan Rabu (24/9/2025) bersama Menteri Perdagangan Internasional Kanada, Maninder Sidhu dan disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto serta Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Pascapenandatanganan ICA CEPA, lebih dari 90% atau sekitar 6.573 pos tarif Indonesia mendapat preferensi di pasar Kanada. Produk-produk potensial Indonesia seperti tekstil, alas kaki, furnitur, makanan olahan, elektronik ringan dan elektronik otomotif hingga sarang burung walet diprediksikan akan semakin kompetitif.
Bahkan, beberapa produk akan langsung menikmati tarif 0% saat perjanjian sudah berlaku (entry into force), misalnya makanan olahan, hasil laut, produk kerajinan berbahan serat alam, peralatan rumah tangga, serta granit dan marmer.
Di sisi lain, Indonesia membuka pasar sebesar 85,54% atau sekitar 9.764 pos tarif untuk produk prioritas Kanada, antara lain daging sapi beku, gandum, kentang, makanan hasil laut, dan makanan olahan.
(ell)






























