Logo Bloomberg Technoz

Tarik Valas ke Domestik, BNI Kerek Bunga Deposito Dolar Jadi 4%

Pramesti Regita Cindy
25 September 2025 09:27

Rupiah Menguat Ditengah Penurunan Indeks Dolar Amerika Serikat (Bloomberg Technoz)
Rupiah Menguat Ditengah Penurunan Indeks Dolar Amerika Serikat (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) atau BNI meningkatkan suku bunga counter rate deposito dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 4%. Hal ini dilakukan untuk menarik penempatan valuta asing (valas) di dalam negeri.

Padahal sebelumnya, pada Januari 2025, perseroan mematok suku bunga deposito valas paling tinggi di kisaran 1,75%. Itupun untuk penempatan dana minimal US$10 juta untuk tenor 24 bulan. Level bunga deposito valas ini juga lebih tinggi dari batas bunga penjaminan yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 2%.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) atau BNI Putrama Wahju Setyawan menuturkan penyesuaian suku bunga ini merupakan strategi perseroan untuk menghadirkan nilai tambah bagi nasabah, khususnya yang selama ini lebih banyak menempatkan dana valas di luar negeri.


Dengan bunga kompetitif tersebut, BNI optimistis produk simpanan valas akan semakin diminati baik oleh nasabah individu maupun institusi.

"Fokus kami adalah memberikan imbal hasil yang atraktif agar dana valas bisa lebih banyak terserap di dalam negeri. Dengan tingkat bunga yang lebih menarik, BNI membuka peluang bagi nasabah yang selama ini menempatkan dana valasnya di luar negeri untuk berinvestasi di Tanah Air," kata Putrama dalam keterangan tertulisnya, dikutip (25/9/2025).