Logo Bloomberg Technoz

Selanjutnya, terdapat 16.234 karyawan yang diberhentikan pada Februari tahun ini dan 2.403 orang di sektor teknologi terkena PHK pada Januari 2025. Berikut daftar lengkap semua kasus PHK di sektor teknologi yang sudah terjadi pada tahun ini.

September 2025

xAI

Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI telah memberhentikan sekitar sepertiga tim anotasi datanya, memangkas sekitar 500 karyawan dari total 1.500 anggota, menurut Business Insider. Langkah ini dilakukan seiring perusahaan tersebut mengalihkan fokus dari tutor AI generalis ke peran spesialis, seusai menguji para pekerja untuk menilai kekuatan mereka. Para karyawan xAI diberitahu bahwa mereka bakal dibayar hingga akhir kontraknya atau paling lambat 30 November 2025, tetapi akses sistem mereka langsung diputus.

Rivian

Produsen mobil listrik, Rivian dilaporkan sudah memberhentikan sekitar 200 pekerja, atau 1,5% dari total stafnya. Hal ini dikarenakan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut bersiap menghadapi berakhirnya kredit pajak kendaraan listrik (electric vehicle/EV) federal di bawah perubahan kebijakan Presiden AS Donald Trump. Insentif  pajak sebesar US$7.500 atau setara dengan Rp125,1 juta (kurs Rp16.684/US$) untuk pembelian EV akan berakhir pada September 2025, yang menambah tekanan dari menurunnya permintaan mobil listrik Rivian. Meskipun ada pemangkasan, perusahaan mengatakan akan terus melanjutkan rencananya untuk model biaya yang lebih rendah.

Oracle

Perusahaan teknologi global, Oracle melakukan pemutusan hubungan kerja lagi terhadap 101 karyawan di Seattle dan 262 pegawai di San Francisco, hanya selang beberapa pekan sesudah gelombang PHK yang terjadi pada Agustus tahun ini. Perusahaan asal AS tersebut yang mempunyai sekitar 3.900 karyawan lokal sebelum kejadian PHK, belum menjelaskan langkah tersebut dan menolak untuk berkomentar.

Salesforce

Menurut sebuah laporan, perusahaan perangkat software berbasis komputasi awan (cloud), Salesforce akan memangkas 262 pekerjaan lagi di kantor pusatnya di San Francisco, AS, dengan PHK yang bakal mulai berlaku pada 3 November 2025 mendatang. Langkah ini diambil hanya beberapa minggu setelah CEO Salesforce, Marc Benioff memuji potensi AI untuk melakukan pemutusan hubungan kerja di bidang dukungan pelanggan, dan menyusul gelombang PHK yang lebih kecil di Seattle dan Bellevue awal September tahun ini.

Baca Juga: Kisah CEO Insaf, Dulu Sesumbar AI Bisa Gantikan Semua Pekerjaan

Agustus 2025

Cisco

Perusahaan teknologi jaringan asal AS, Cisco berencana akan menghilangkan 221 posisi di kantornya di Milpitas dan San Francisco, termasuk 157 karyawan di Santa Clara County dan 64 pegawai di San Francisco, yang efektif per 13 Oktober 2025, berdasarkan dokumen yang diajukan ke Departemen Pengembangan Ketenagakerjaan California yang dilaporkan oleh San Francisco Chronicle. Pemangkasan ini merupakan bagian dari strategi pengurangan tenaga kerja perusahaan yang lebih luas.

Restaurant365

Perusahaan penyedia software untuk industri restoran berbasis cloud, Restaurant365 sudah melakukan PHK sekitar 100 karyawan pada Agustus 2025 atau sekitar 9% dari jumlah tenaga kerjanya, seusai gagal mencapai target pertumbuhan yang ambisius. Pemutusan hubungan kerja ini memengaruhi staf di semua departemen. 

Oracle

Oracle sempat ditetapkan untuk memangkas 101 pekerjaan di lokasi kantor Santa Clara, dengan pemberitahuannya dikeluarkan pada 13 Agustus tahun ini dan PHK berlaku efektif per 13 Oktober 2025 mendatang. Perusahaan teknologi global tersebut yang baru-baru ini mengungkapkan hampir 200 kasus pemutusan hubungan kerja di kantornya di Pleasanton dan Redwood City, juga berencana untuk memberhentikan 161 karyawan mereka di Seattle, menurut dokumen yang diajukan ke Departemen Keamanan Ketenagakerjaan Negara Bagian Washington.

F5

Perusahaan teknologi global yang berfokus dalam keamanan aplikasi, F5 telah mengurangi 106 posisi di kantornya di Seattle dan Liberty Lake, berdasarkan dokumen yang diajukan oleh Departemen Keamanan Ketenagakerjaan Negara Bagian Washington. PHK tersebut, yang berdampak pada insinyur senior dan manajer, merupakan bagian dari pengurangan tenaga kerja global yang lebih luas, meskipun perusahaan tersebut belum membeberkan jumlah total karyawan yang terdampak.

Peloton

Perusahaan peralatan kebugaran, Peloton bakal memangkas 6% tenaga kerjanya dalam gelombang PHK keenamnya yang terjadi hanya dalam setahun lebih. CEO Peloton, Peter Stern mengatakan pemangkasan tersebut diperlukan untuk meningkatkan kesehatan bisnis jangka panjang.

Kaltura

Perusahaan teknologi, Kaltura memotong 10% tenaga kerjanya atau sekitar 70 karyawan, sebagai bagian dari upaya penghematan biaya untuk mengurangi biaya operasional sebesar US$8,5 juta atau sekitar Rp141,8 miliar (M), menandai gelombang ketiga PHK mereka sejak 2022 lalu. Perusahaan perangkat lunak video korporat ini berencana untuk mempertahankan dan secara bertahap meningkatkan anggaran penjualan dan pemasarannya, didorong oleh jaringan yang kuat dan makin diadopsinya penawaran bertenaga AI-nya.

Yotpo

Platform pemasaran perdagangan elektronik (e-commerce), Yotpo sudah merumahkan sekitar 200 karyawannya atau kurang lebih 34% dari jumlah tenaga kerja global mereka, sejalan dengan penutupan operasi pemasaran surat elektronik (email) dan layanan pesan singkat (SMS). Perusahaan unicorn asal Israel tersebut bermitra dengan Attentive dan Omnisend untuk terus mendukung layanan pemasaran, seraya berinvestasi pada perangkat berbasis AI seperti ringkasan ulasan otomatis, penyortiran cerdas, dan sistem program loyalitas (loyalty tiers) yang baru.

Windsurf

Perusahaan rintisan (startup) pembuat kode AI, Windsurf telah memberhentikan 30 karyawan dan kini menawarkan pembelian saham kepada 200 karyawan yang tersisa. Startup pemrograman AI yang belakangan ini diakuisisi oleh Cognition tersebut tengah mengalami masa-masa sulit, termasuk hampir diakuisisi oleh OpenAI dan akuisisi terbalik oleh Google yang menyebabkan talenta-talenta kunci mereka hengkang sebelum Cognition turun tangan. 

Pada awalnya bakal menjanjikan nilai tambah bagi tim Windsurf, namun kesepakatannya saat ini tampaknya lebih berfokus pada kekayaan intelektual startup tersebut daripada SDM atau sumber daya manusianya.

Wondery

Perusahaan rintisan siniar (podcast) Wondery sudah merumahkan 100 karyawan, serta CEO-nya, Jen Sargent, mengundurkan diri. Pada 2020 lalu, perusahaan e-commerce terkemuka asal AS, Amazon mengakuisisi Wondery. Kini, Amazon sedang mereorganisasi operasi audionya, memindahkan podcast audio-only Wondery ke Audible, dan menempatkan acara-acara yang berfokus pada video ke divisi layanan kreator yang baru. 

Januari hingga Juli 2025

Pada periode Juli hingga Januari 2025, terdapat banyak perusahaan besar di sektor teknologi yang melakukan PHK terhadap para karyawannya. Antara lain Lenovo, Intel, Indeed+Glassdoor, Microsoft, ByteDance, Bumble, Amazon, Electronic Arts, Meta, Google, Canva, Siemens, NASA, TikTok, HP, Autodesk, eBay, sampai Starbucks. 

Dari sejumlah perusahaan tersebut, jumlah kasus pemutusan hubungan kerjanya bervariasi, mulai dari belasan hingga ribuan orang. Dengan pelbagai alasan seperti restrukturisasi, efisiensi, penyesuaian strategi, hingga memangkas biaya perusahaan.

(far/wep)

No more pages