“Selain itu untuk Bulog, telah ditransfer untuk bulog total alokasi Rp22,1 triliun. Ini adalah dua kombinasi beras dan gabah Rp16,6 triliun dan untuk jagung Rp 5,5 triliun sudah dikirimkan ke bulog untuk bulog dapat menangani pembelian beras, gabah dan juga jagung selama periode panen” sebutnya.
Dalam laporan tersebut dikatakan bahwa anggaran sebesar Rp16,6 triliun tersebut telah digunakan untuk pembelian sebesar 488,96 ribu ton beras petani.
Penyerapan gabah petani oleh bulog ini akan terus dilakukan. Terlebih, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog untuk tetap menyerap gabah petani dalam negeri seharga Rp6.500/kilogram (kg) seusai Bulog dikabarkan menghentikan pembelian gabah petani di Tanah Air.
“Iya dong. Enggak boleh. Itu harus terus [dibeli]. Kasihan petani kita, ya,” kata Amran ditemui di Kementerian Pertanian, Senin (22/9/2025).
Amran menuturkan telah mewanti-wanti Perum Bulog agar hal tersebut tidak terjadi. Di sisi lain, Amran mengatakan jika Cadangan Beras Pemerintah (CBP) memang telah melampaui target dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pak Dirut [Bulog] memang karena semangat kerja. dulu itu [CBP] 1 juta ton per tahun, Sekarang belum 1 tahun, baru 10 bulan sudah 3 juta ton. Tapi Pak Dirut, ini yang saya takutkan,” tambah Amran.
“Insya Allah, bulognya beritahu enggak ada istilah kuota habis. Enggak ada. Harus jalan terus. Pemerintahan harus jalan terus.”
(ell)





























