Logo Bloomberg Technoz

"Itu berarti setiap ada penurunan cukai 1%-2%, margin HMSP terkerek 6%-12%. Sebaliknya, setiap ada kenaikan cukai, margin akan tertekan dengan rentang serupa."

Willy Goutama & Jocelyn Santoso, tim riset dari Maybank Sekuritas menilai, isu industri rokok sejatinya tidak hanya berhenti di sentimen cukai, namun lebih jauh.

Pemain tier I seperti GGRM dan HMSP juga mengalami tekanan dari pemain tier yang lebih rendah di industri ini, imbas cukai itu sendiri.

Pemain industri rokok, terutama GGRM, menghadapi persaingan ketat dari tier II, karena tier ini mengalami kenaikan cukai yang lebih rendah.

"Kami meyakini, pemain di tier I menghadapi tantangan struktural karena kenaikan cukai dan melemahnya daya beli, yang mendorong konsumen lebih memilih rokok dari tier II dan III," tulis tim riset Maybank.

"Itu tercermin dari penurunan penjualan sigaret kretek tangan (SKT) yang turun 20% secara tahunan menjadi Rp3,9 triliun pada semester I-2025."

Maybank memperkirakan, penjualan GGRM hingga akhir tahun ini flat di angka Rp94,63 triliun.

Kondisi itu yang membuat Maybank merekomendasikan sell saham GGRM dengan target harga Rp5.600/saham hingga 12 bulan ke depan.

Sementara, menurut Sucor Sekuritas, prospek HMSP sedikit lebih baik, terselamatkan oleh sentimen dividen yang menarik.

Atas dasar itu, Sucor merekomendasikan hold dengan target harga Rp610/saham.

Berdasarkan survey Bloomberg terbaru, sebanyak tujuh analis merekomendasikan buy dan tujuh lainnya merekomendasikan hold saham HMSP. Ada satu analis yang merekomendasikan sell.

Adapun target harga untuk 12 bulan ke depan ada di Rp655,56/saham.

(red)

No more pages