Logo Bloomberg Technoz

D’Andrea mengatakan hambatan pasokan ini sebagai masalah terbesar yang kini dihadapi anggotanya.

Kondisi tersebut menyoroti dampak ikutan dari perang dagang AS-China, meski sempat terjadi jeda.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan panggilan telepon pada Jumat untuk meredakan ketegangan yang selama ini menjadikan ekspor strategis sebagai alat tawar.

Arus rare earth dari China sempat anjlok sejak awal April 2025 setelah Beijing memberlakukan kontrol ekspor.

Kebijakan ini terutama mengancam pasokan magnet rare earth, segmen yang 90% produksinya dikuasai China, dan mengganggu industri besar mulai dari kendaraan listrik hingga turbin angin.

Grafik dominasi China dalam produksi rare earth di dunia. (Bloomberg)

Meski gencatan dagang antara Beijing dan Washington kemudian mendorong ekspor rare earth China melonjak bulan lalu ke level tertinggi sejak setidaknya 2012, perusahaan Eropa mengeluhkan mereka justru tertinggal.

Peringatan kamar dagang itu berbanding terbalik dengan pernyataan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer awal pekan ini, yang mengatakan pasokan ke negaranya sudah pulih signifikan.

D’Andrea menyebut perusahaan Eropa khawatir dengan implementasi yang tidak merata, mengingat ada perusahaan yang bisa memperoleh sertifikat ekspor dalam dua hari, sementara yang lain menunggu hingga dua bulan atau lebih.

“Saya tahu perusahaan AS bisa mendapatkan lisensi ini dengan sangat cepat,” ujarnya. “Ada hambatan yang sebenarnya bisa dengan mudah diselesaikan oleh MOFCOM.”

Kementerian Perdagangan China, yang bertanggung jawab atas persetujuan lisensi ekspor, belum merespons permintaan komentar.

Informasi terkait potensi penutupan produksi di Eropa ini datang dari 22 perusahaan yang meminta bantuan Kamar Dagang Uni Eropa untuk memperoleh persetujuan atas total 141 aplikasi ekspor mendesak dari China.

Ekspor luar negeri produk rare earth, termasuk magnet berperforma tinggi yang digunakan mulai dari barang konsumsi hingga pesawat tempur, naik menjadi 7.338 ton bulan lalu, menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan data pemerintah.

Rincian geografis ekspor Agustus tersebut dijadwalkan dirilis otoritas bea cukai China pada Sabtu.

“Penerapan kontrol ekspor rare earth oleh China pada April 2025 menunjukkan bagaimana perang dagang AS-China bisa menimbulkan dampak ikutan signifikan terhadap perdagangan global, yang secara kritis memengaruhi rantai pasok perusahaan-perusahaan Eropa,” tulis Kamar Dagang Uni Eropa dalam laporannya awal pekan ini.

(bbn)

No more pages