Logo Bloomberg Technoz

Kacamata pintar bertenaga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini tampak menjadi cara paling menjanjikan bagi Meta untuk terhubung dengan penggunanya melalui perangkat kerasnya (hardware) sendiri. Dengan Meta Ray-Ban Display, perusahaan tersebut hendak melanjutkan kesuksesan kacamata pintar Ray-Ban Meta versi aslinya, yang sudah terjual jutaan pasang bersama mitra kacamatanya, EssilorLuxottica. 

Layaknya Ray-Ban Meta, Meta Ray-Ban Display dilengkapi dengan asisten AI yang terintegrasi, kamera, speaker, dan mikrofon. Kacamata ini memungkinkan penggunanya terhubung ke komputasi awan (cloud) untuk mengakses internet dan aplikasi medsos.

Meta menyebut layar ini memungkinkan pengguna melakukan lebih banyak hal dengan kacamata pintar mereka. Pengguna bisa menampilkan aplikasi Meta seperti Instagram, WhatsApp, dan Facebook. Mereka pun dapat melihat petunjuk arah dan melihat terjemahan langsung di layar Meta Ray-Ban Display.

Sementara itu, Meta Neural Band yang disertakan dengan perangkat tersebut tampak mirip dengan kepunyaan Fitbit–perusahaan pembuat gelang pintar (smartband)–namun tanpa layar, dan memungkinkan pengguna menavigasi aplikasi dengan gerakan tangan kecil. Mark Zuckerberg juga mengeklaim smartband keluaran perusahannya memiliki daya tahan baterai hingga 18 jam serta tahan air.

Meta Neural Band menggunakan teknologi elektromiografi (EMG) untuk menangkap sinyal yang dikirim antara otak dan tangan pengguna saat melakukan gerakan. Meta bertaruh bahwa antarmuka (interface) ini bakal menjadi cara baru bagi penggunanya untuk mengontrol perangkat mereka.

Pada awal pekan ini, sebuah video kacamata pintar terbaru dari Meta itu sempat bocor. CNBC International dan Bloomberg News sebelumnya melaporkan bahwa smart glasses yang secara internal diberi nama sandi Hypernova tersebut, akan diluncurkan pada konferensi Connect pada tahun ini.

Sebagai catatan, Meta Ray-Ban Display dinilai jauh lebih rendah kemampuannya dibandingkan kacamata pintar Orion yang dipamerkan Meta di acara Connect 2024 lalu. Perangkat tersebut dilengkapi lensa AR dan pelacakan mata, sementara smart glasses terbaru ini menggunakan layar yang jauh lebih sederhana. Kemungkinan butuh bertahun-tahun sebelum Meta bisa menjual kacamata pintar Orion.

Meta juga berharap bisa memenangkan persaingan di produk kacamata pintar dengan menjadi yang pertama memasarkan produk sungguhan. Namun, tampaknya Google dan Apple bakal meluncurkan smart glasses mereka sendiri pada tahun-tahun mendatang. Perangkat-perangkat tersebut niscaya akan dapat terintegrasi dengan sistem operasi kepemilikan masing-masing, memberikan mereka keunggulan yang signifikan dibandingkan milik Meta.

Kacamata Pintar Perdana Samsung Rilis Tahun Depan

Di sisi lain, Samsung telah meluncurkan headset realitas tertambah (extended reality/XR) pertamanya yang dijuluki sebagai Project Moohan. Selain itu, mereka pun tengah mengembangkan kacamata AI yang lebih sederhana untuk pasar massal (mass market).

Menurut sebuah laporan baru dari Korea Selatan mengeklaim bahwa kacamata pintar perdana Samsung bakal diluncurkan pada akhir 2026 mendatang. Laporan ini menyebutkan desainnya mirip dengan kacamata Ray-Ban Meta dengan mikrofon, speaker, dan kamera internal.

Smart glasses milik Samsung ini kemungkinan akan dilengkapi asisten AI yang memungkinkan pengguna melakukan panggilan telepon, mengirim pesan teks, merekam konten, dan mengontrol pemutaran media. Perusahaan asal Korsel tersebut kabarnya hendak mengukuhkan namanya di pasar kacamata AI, karena mereka yakin kategori produk ini akan menggantikan smartphone sebagai garda terdepan berikutnya di dunia elektronik khususnya gawai untuk konsumen.

Ini bukan kali pertama terdengar tentang rencana Samsung untuk membuat kacamata AI. Sebuah laporan dari awal 2025 menunjukkan bahwa mereka sedang mengerjakan dua pasang kacamata AI bernama Project Haean dan Project Jinju secara internal, dan keduanya dirumorkan bakal diluncurkan bersamaan dengan headset Project Moohan.

Xiaomi Ikuti Jejak Ray-Ban Meta

Xiaomi AI Glasses. (Dok: perusahaan)

Kacamata pintar dari Xiaomi, produsen smartphone terkemuka asal China, telah meliris kacamata pintar terbaru mereka yaitu Xiaomi AI Glasses. Perangkat ini mengandalkan kendali suara penuh tanpa layar, sekaligus dibekali fitur perekaman video 2K. 

Smart glasses tersebut menjadi langkah mutakhir Xiaomi dalam meramaikan pasar wearable cerdas– perangkat elektronik yang bisa dikenakan di bagian tubuh manusia–yang selama ini didominasi oleh Meta dan Google. Kehadiran Xiaomi AI Glasses makin meramaikan kompetisi di ranah kacamata pintar yang kini tengah digenjot oleh pelbagai pemain besar. 

Mengutip dari situs resmi perusahaan, Jumat (27/6/2025), Xiaomi AI Glasses hadir dengan bobot ringan hanya sekitar 40 gram dan dilengkapi kamera 12 MP Sony IMX 681 yang mampu merekam video sudut pandang orang pertama (first-person view), melakukan siaran langsung, hingga mengambil foto. Lalu, ada fitur audio yang diperkuat dengan 2 speaker terbuka (open-ear), serta 5 mikrofon dengan teknologi bone conduction–metode transmisi suara ke telinga bagian dalam lewat tulang tengkorak–dan peredam suara angin.

Untuk pengoperasian, kacamata pintar tersebut mengandalkan cip (chip) Qualcomm Snapdragon AR1 dan sistem operasi (operating system/OS) internal Xiaomi, yaitu Vela OS. Tak hanya itu, di bagian pelipis kanan dilengkapi dengan area kontrol sentuh untuk navigasi cepat. 

Penggunanya dapat memilih, mulai dari lensa standar, lensa minus, atau lensa elektrokromik yang mampu berubah warna sesuai pencahayaan. Adapun salah satu keunggulan utama Xiaomi AI Glasses adalah daya tahan baterai. Dengan kapasitas 263 mAh, perangkat ini diklaim mampu bertahan sampai lebih dari 8 jam 36 menit, jauh lebih lama dibandingkan Ray-Ban Meta, yang hanya bertahan sekitar 4 jam. 

Induk Snapchat Luncurkan Kacamata Pintar AR 2026

Pada 10 Juni 2025 lalu, Snap telah mengumumkan rencananya untuk merilis kacamata AR generasi keenam pada tahun depan, sejalan dengan makin ketatnya persaingan di pasar smart glasses.  Perusahaan induk Snapchat tersebut mengatakan bahwa kacamata generasi berikutnya akan disebut Specs, berbeda dengan merek Spectacles, yang digunakan untuk versi perangkat wearable mereka sebelumnya.

Specs bakal memakai teknologi AR untuk memungkinkan seseorang melihat dan berinteraksi dengan citra digital yang terhampar di atas dunia fisik, dilansir dari CNBC International. Snap tak mengungkapkan harga atau tanggal peluncuran pastinya untuk Specs, tetapi kacamata baru ini bakal lebih kecil dan lebih ringan daripada pendahulunya, kata perusahaan tersebut.

Spectacles terbaru Snap sudah dirilis sejak September 2024, namun hanya untuk para developer, di mana edisi kacamata tersebut tersedia dengan model sewa yang mengharuskan pengguna berkomitmen untuk membayar US$99 atau sekitar Rp1,6 juta per bulan selama setahun penuh.

Untuk kacamata pintar Specs, yang berfokus pada konsumen ini, akan berjalan di sistem operasi milik perusahaan, Snap OS. Snap menyatakan bahwa para developer bakal bisa mengintegrasikan model AI Gemini kepunyaan Google ke dalam program yang mereka kembangkan untuk kacamata pintar tersebut. Hal ini memberikan para pembuat kode lebih banyak pilihan AI ketika mereka menulis software untuk smart glasses itu.

Kacamata pintar baru dari Snap, AR Spectacles. (Dok: SPECTACLES)

Sebelumnya, para pengembang hanya dapat menggunakan keluarga model AI GPT milik OpenAI untuk membangun aplikasi AR pada kacamata pintar itu. “Kami sangat antusias dengan kemajuan luar biasa dalam kecerdasan buatan dan realitas tertambah yang memungkinkan pengalaman komputasi baru yang berpusat pada manusia,” kata Chief Executive Officer (CEO) Snap, Evan Spiegel dalam sebuah pernyataan.

Evan Spiegel sebelumnya mengatakan bahwa ia melihat augmented reality, atau AR, sebagai cara tetap bersaing secara serius dengan rival, termasuk pemilik Facebook dan Instagram, Meta. 

Vision Pro Apple

Pada Februari 2024 lalu, Apple mulai menjual kacamata Vision Pro seharga US$3.500 atau sekitar Rp58,1 juta. Pesaing lainnya, Meta, memiliki serangkaian produk termasuk headset VR Meta Quest, kacamata pintar Ray-Ban Meta, dan kacamata AR eksperimental Project Orion, yang sempat dipamerkan perusahaan medsos tersebut pada musim gugur lalu.

Tak hanya Apple dan Meta, Google juga mengumumkan masuknya mereka ke ranah ini pada Mei 2025, ketika mengungkapkan kemitraan senilai US$150 juta atau setara dengan Rp2,4 triliun (T) dengan Warby Parker, yang mengatakan bakal merilis kacamata pintar mereka sendiri seusai tahun ini.

(far/wep)

No more pages