"Kesepakatan ini tidak akan tercapai tanpa jaminan yang memadai bagi keamanan nasional AS," kata Bessent dalam wawancara dengan CNBC. "Sepertinya kami juga dapat memenuhi kepentingan China."
Operasional TikTok di AS akan dikendalikan oleh grup yang meliputi Oracle Corp, Silver Lake, dan Andreessen Horowitz, seperti dilaporkan Wall Street Journal pada Selasa, mengutip sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut.
CNBC sebelumnya melaporkan Oracle akan mempertahankan kontrak cloud TikTok dalam kerangka kerja yang sedang dibahas, diperkirakan selesai dalam 30 hingga 45 hari. Berbagai versi solusi yang melibatkan Oracle tetap menjadi mitra teknis TikTok telah dibahas selama bertahun-tahun.
Saham Oracle melejit hingga 5,9% di New York pada Selasa. Saham perusahaan tersebut meningkat hingga 85% sepanjang tahun ini berkat bisnis infrastruktur cloud-nya yang sedang berkembang pesat.
Perintah eksekutif Trump ini merupakan perpanjangan keempat yang ia keluarkan sejak Undang-Undang (UU) Keamanan Nasional yang mewajibkan ByteDance menjual bisnis TikTok di AS mulai berlaku Januari lalu.
Sejak saat itu, Trump telah menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk tidak menegakkan UU tersebut atau menghukum perusahaan lain yang mendukung TikTok.
Trump kembali menangguhkan hukuman meski UU Keamanan Nasional 2024 hanya mengizinkan satu kali perpanjangan batas waktu 90 hari. Sikap ini bertentangan dengan konsensus bipartisan di balik ketentuan divestasi atau larangan—dan menimbulkan pertanyaan; apakah perpanjangan berulang yang dilakukan presiden sah secara hukum.
Potensi persyaratan kesepakatan baru, dan apakah kesepakatan itu akan memenuhi ketentuan UU Keamanan Nasional, masih belum jelas. Namun, keinginan untuk menantang Trump secara hukum maupun politik atas pendekatannya terhadap TikTok telah memudar.
Perpanjangan pada Selasa berarti TikTok bisa terus beroperasi di AS, sehingga mitra seperti Apple Inc dan Google Alphabet Inc bisa terus menampung aplikasi video populer tersebut di toko online mereka. Pemerintah AS sendiri membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan dengan ByteDance mengenai "divestasi yang memenuhi syarat" kepada pemilik non-China.
Meski ada beberapa yang berminat membeli TikTok selama setahun terakhir, pejabat China di Beijing memegang keputusan akhir atas transaksi tersebut. Hingga akhir Agustus, mereka mengisyaratkan penolakan terhadap kesepakatan itu. Di masa lalu, pemerintah juga pernah mengindikasikan bahwa mereka hampir mencapai kesepakatan, tetapi gagal terwujud.
Sebelum Bessent mengumumkan pekan ini bahwa kerangka kesepakatan telah tercapai, Trump mengatakan kepada wartawan, "kita mungkin akan membiarkannya mati" dan hal itu "bergantung pada China."
UU Perlindungan Warga Amerika dari Aplikasi yang Dikendalikan Musuh Asing bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran bahwa aplikasi populer yang digunakan sekitar setengah penduduk AS juga bisa digunakan Beijing untuk memanipulasi opini publik dan mengumpulkan data sensitif warga AS.
Rancangan UU tersebut mendapat dukungan bipartisan yang luas dan disahkan menjadi UU oleh Presiden Joe Biden saat itu.
Namun, Trump, yang meyakini aplikasi itu membantunya memenangkan hati pemilih muda dalam Pemilu terakhir, enggan memberlakukan larangan tersebut.
Baru-baru ini, Trump sepenuhnya mengabaikan masalah privasi dan keamanan nasional, mengatakan kepada wartawan pada Agustus bahwa kekhawatiran tersebut "sangat berlebihan." Beberapa hari sebelumnya, Gedung Putih meluncurkan akun TikTok-nya sendiri.
(bbn)






























