Logo Bloomberg Technoz

Hindari BPA, Ini Cara Memilih Galon Air Minum Menurut Pakar

Muhammad Fikri
16 September 2025 17:30

Galon Air (Envato/LightFieldStudios)
Galon Air (Envato/LightFieldStudios)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kekhawatiran soal kandungan Bisphenol A (BPA) dalam galon air minum kembali mencuat seiring meningkatnya literasi publik terhadap risiko bahan kimia pada kesehatan. 

Epidemiolog dan pakar kesehatan masyarakat, Dicky Budiman, mengingatkan bahwa BPA berfungsi sebagai endocrine disruptor atau pengganggu sistem hormon, sehingga paparan jangka panjang dapat menimbulkan masalah serius mulai dari gangguan kesuburan, metabolisme, hingga risiko kanker.

“BPA adalah bahan kimia sintetis yang banyak digunakan pada plastik polikarbonat dan resin epoksi. Ia bisa larut ke dalam air atau makanan, terutama jika wadah terkena panas atau digunakan berulang kali dalam kondisi rusak,” kata Dicky saat dihubungi Bloomberg Technoz, Selasa (16/9/2025)


Menurutnya, dampak BPA sudah dibahas luas di literatur ilmiah. Beberapa studi menunjukkan paparan sejak dini dapat mempengaruhi perkembangan otak, perilaku, dan sistem imun anak. Dua penelitian bahkan mengaitkan paparan jangka panjang dengan peningkatan risiko kanker payudara dan prostat.

Otoritas kesehatan global juga terus memperketat ambang batas aman BPA. Dicky mencontohkan, Uni Eropa pada 2023 menurunkan tolerable daily intake BPA menjadi hanya 0,2 nanogram per kilogram berat badan per hari, jauh lebih ketat dibandingkan batas 4 mikrogram pada 2015. Sementara Food and Drug Administration (FDA) AS masih menetapkan ambang 50 mikrogram per kilogram, namun angka itu disebut sedang dalam peninjauan ulang.