Logo Bloomberg Technoz

Deklarasi ini juga mengutuk serangan Israel terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di Gaza, blokade, dan kelaparan, "yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan dan perlindungan yang menghancurkan."

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan resolusi ini memastikan isolasi internasional terhadap Hamas.

"Untuk pertama kali hari ini, PBB mengadopsi teks yang mengutuk Hamas atas kejahatannya dan menyerukan mereka menyerahkan diri dan melucuti senjatanya," katanya dalam unggahan di X.

Resolusi ini didukung oleh semua negara Teluk Arab. Israel dan AS menentangnya, bersama dengan Argentina, Hongaria, Mikronesia, Nauru, Palau, Papua Nugini, Paraguay, dan Tonga.

Deklarasi yang disahkan oleh resolusi ini menyatakan bahwa perang di Gaza "harus diakhiri sekarang" dan mendukung pengerahan misi stabilisasi internasional sementara yang diamanatkan oleh Dewan Keamanan PBB. 

AS menuding pemungutan suara tersebut sebagai "aksi publisitas yang salah arah dan tidak tepat waktu" yang merusak upaya diplomatik serius untuk mengakhiri konflik.

"Jangan salah, resolusi ini adalah hadiah bagi Hamas," ujar diplomat AS Morgan Ortagus pada Majelis Umum. "Jauh dari mempromosikan perdamaian, konferensi ini memperpanjang perang, membuat Hamas semakin berani, dan merusak prospek perdamaian, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang."

Israel, yang telah lama mengkritik PBB karena tidak mengutuk Hamas secara langsung atas serangan 7 Oktober, menganggap deklarasi ini sebagai tindakan sepihak dan menuduh pemungutan suara tersebut sebagai sandiwara belaka.

"Satu-satunya yang diuntungkan adalah Hamas. Ketika teroris yang bersorak, Anda tidak mempromosikan perdamaian; Anda justru mempromosikan teror," kata Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon.

Menurut data Israel, serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan sekitar 251 orang disandera. Sementara itu, menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 64.000 orang, sebagian besar warga sipil, telah terbunuh akibat perang Israel di Gaza.

(ros)

No more pages