Selain itu, kesempatan melakukan uji klinis di dalam negeri juga bisa memperkuat kapasitas riset rumah sakit, universitas, dan industri farmasi lokal.
Dalam jangka panjang, langkah ini sekaligus memperkokoh ketahanan kesehatan Indonesia agar mampu mengembangkan dan memproduksi vaksin serta obat sendiri.
“Jadi manfaatnya tidak hanya soal akses lebih cepat, tapi juga pembangunan kapasitas dalam negeri yang lebih berkelanjutan,” ujar Aji.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengirim tim untuk mempelajari vaksin kanker Rusia, yang bertujuan apakah bisa ditindaklanjuti uji klinis di Indonesia. Hal ini juga sekaligus turut membuka peluang uji coba di RI.
“Kalau ada inovasi medis seperti ini, tentu kita ingin tahu sejauh mana manfaatnya dan apakah aman untuk masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, tim kami akan meninjau langsung,” katanya.
Ia juga menilai bahwa vaksin bernama Enteromix ini justru lebih mirip obat, hanya saja pengujiannya lebih mirip dengan vaksin.
“Saat ini sedang ada uji klinis atau uji coba dari obat untuk kanker ini, mirip dengan vaksin,” paparnya.
Jauh sebelum itu, vaksin TBC milik Bill Gates juga telah melakukan uji coba vaksin di Indonesia.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan kala itu alasan Indonesia tertarik menjadi tempat uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) M72.
Menurutnya, dengan melakukan uji klinis pada fase 3 Indonesia bisa mendapatkan pengalaman terlebih dahulu mengenai vaksin tersebut.
“Karena dengan kita melakukan uji klinis level 3, kita bisa mengetahui lebih dulu kecocokannya dengan orang kita. Karena itu tergantung genetiknya juga,” kata Budi di Istana Negara RI, Kamis (08/05).
“Yang kedua, kita bisa mendapatkan akses terhadap teknologi vaksin ini, karena ilmuwan-ilmuwan kita bisa dilibatkan,”sambungnya.
Dalam uji klinis tersebut, Budi mengatakan telah melibatkan situs medis terkemuka seperti RS Universitas Indonesia (RSUI), Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (FK UNPAD) Bandung dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
(dec/spt)






























