Logo Bloomberg Technoz

Riuh Sanksi Rusia, FID Rosneft di Kilang Tuban Rawan Meleset Lagi

Azura Yumna Ramadani Purnama
11 September 2025 11:20

Seorang pekerja mengenakan jaket keselamatan bermerek saat bekerja di anjungan pengeboran yang dioperasikan oleh Rosneft PJSC/Bloomberg-Andrey Rudakov
Seorang pekerja mengenakan jaket keselamatan bermerek saat bekerja di anjungan pengeboran yang dioperasikan oleh Rosneft PJSC/Bloomberg-Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri migas Hadi Ismoyo memprediksi keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) dari PJSC Rosneft Oil Company di proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban akan meleset dari target yang dicanangkan pada kuartal IV-2025.

Hadi, yang juga Direktur Utama Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC), berpendapat molornya FID Rosneft di Kilang Tuban bisa terjadi imbas ancaman sanksi baru yang akan diberikan Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS), sebab rencananya sanksi tersebut akan dikenakan ke perbankan dan perusahaan migas Rusia.

Dengan begitu, Rosneft diprediksi sulit mendapatkan dukungan pembiayaan dari perbankan Rusia imbas sanksi tersebut.


“Sanksi yang makin ketat akan makin menyulitkan para pihak terkait untuk menyelesaikan proyek ini. Termasuk di antaranya juga dokumen FID yang sangat strategis. Saya tidak yakin FID bisa diselesaikan [akhir tahun ini] mengingat reaksi Barat menerapkan embargo ke Rusia,” kata Hadi ketika dihubungi, Kamis (11/9/2025).

Rencana desain proyek GRR Tuban./dok. PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP)

Selain itu, Hadi menilai teknologi yang dibutuhkan Kilang Tuban diprediksi berasal dari sejumlah negara Barat, sehingga ketika sanksi diberlakukan maka pengadaan teknologi tersebut diprediksi terhambat.