"Kita mau ngurus nih balik nama, ternyata jatohnya warisan. Nah, kalau warisan berarti kalau kita mau balik nama kita harus ngurus surat waris. Karena bokap gue tuh enggak pernah ada tuh surat warisan bahwa rumah ini akan diserahkan ke kita atau apa gitu," ucap Leony.
Yang membuatnya semakin berat, biaya balik nama itu tidak sedikit.
"Which is gue harus ngeluarin duit puluhan juta lagi cuma buat balik nama doang. I just feel it’s not fair. Kayak, ini rumah pas dibeli kita udah bayar pajak," ungkapnya.
Leony juga menyoroti fakta bahwa keluarganya rutin membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) setiap tahun.
Namun saat hanya ingin mengganti nama kepemilikan dari ayahnya ke dirinya, tetap ada kewajiban membayar pajak baru.
"Tiap tahun kita bayar PBB. Terus sekarang cuma ganti nama dari bokap ke gue, gue harus bayar lagi, kena lagi," tambahnya.
Curhatan Leony ini pun langsung menyedot perhatian warganet. Banyak yang ikut bersimpati dan merasa relate dengan pengalaman serupa saat mengurus administrasi warisan.
(dec/spt)
































