Logo Bloomberg Technoz

Pejabat The Fed belakangan memberi sinyal bahwa kekhawatiran mereka bergeser dari risiko inflasi akibat tarif impor menuju pelemahan pasar tenaga kerja. Ekspektasi inflasi yang stabil menunjukkan tarif impor kemungkinan hanya menjadi guncangan harga sementara, meski butuh waktu beberapa bulan untuk meresap ke perekonomian.

Menjelang rapat The Fed pekan depan, inflasi inti konsumen yang dirilis Kamis diproyeksikan naik 0,3% pada Agustus, sama dengan bulan sebelumnya. Sehari sebelumnya, data Biro Statistik Tenaga Kerja AS diperkirakan kembali memangkas angka pekerjaan, yang akan membuka jalan bagi pemangkasan suku bunga.

“Meski laporan 5 September menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja melambat, hal itu belum mengindikasikan resesi,” tulis Invesco Global Market Strategy Office. “Pertumbuhan yang melambat, ekspektasi inflasi yang stabil, yield yang turun, serta prospek pemangkasan suku bunga mendukung pandangan optimistis bagi saham.”

Pergerakan S&P 500 di bulan September. (Sumber: Bloomberg)

Sementara itu di Jepang, gejolak politik terbaru juga berimbas ke pasar. Obligasi pemerintah Jepang bertenor panjang melemah pada Senin setelah Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengumumkan pengunduran diri, yang memperkuat ekspektasi adanya kebijakan fiskal lebih longgar.

Di China, pertumbuhan ekspor melambat ke level terlemah dalam enam bulan, terutama akibat penurunan pengiriman ke AS. Namun, lonjakan ekspor ke pasar lain membuat Beijing tetap berada di jalur surplus perdagangan tertinggi sepanjang sejarah.

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)

Menurut Megan Horneman dari Verdence Capital Advisors, data inflasi mendatang kemungkinan tidak akan cukup mengubah peluang pemangkasan suku bunga pada September. Namun, investor kini menunggu kepastian berapa kali lagi The Fed akan memangkas bunga.

“Setelah data inflasi pekan ini, kita akan mendapat gambaran lebih jelas soal langkah The Fed terhadap suku bunga,” kata Horneman. “Namun, kita belum sepenuhnya keluar dari tekanan inflasi. The Fed bisa saja melakukan ‘pemangkasan hawkish’ sambil mengingatkan investor tentang mandat ganda mereka, terutama jika inflasi terus menjauh dari target.”

(bbn)

No more pages