Logo Bloomberg Technoz

Meski anggaran pengawasan dan koordinasi ditingkatkan, kasus keracunan MBG justru semakin sering dilaporkan. Sejak awal Agustus 2025, Bloomberg Technoz mencatat sedikitnya tiga insiden besar:

  1. Kabupaten Lebong, Bengkulu – 467 siswa keracunan hingga BGN menghentikan sementara program MBG di SPPG setempat.
  2. Kabupaten OKI, Sumatera Selatan – 80 siswa SD dan SMP mengalami gejala keracunan dan harus mendapat perawatan.
  3. Beberapa daerah lain, seperti di Sleman, Sragen, dan Lampung juga melaporkan puluhan hingga ratusan siswa terdampak, sebagian dikonfirmasi terpapar bakteri E. coli dan Staphylococcus dari sampel makanan.

BGN mengklaim telah berkoordinasi dengan BPOM, kepolisian, dan pemerintah daerah untuk menelusuri penyebab kasus-kasus tersebut, namun hasil investigasi belum dipublikasikan secara terbuka.

BGN mencatat 95,4% dari pagu anggaran 2026, atau sekitar Rp255,5 triliun, dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional. Hanya 4,6% atau Rp12,4 triliun untuk program dukungan manajemen.

Porsi yang besar untuk program MBG ini menimbulkan pertanyaan soal efektivitas pengawasan di lapangan. Meski dana tambahan untuk pengawasan mencapai Rp700 miliar, insiden berulang mengindikasikan tantangan serius pada standar kualitas makanan dan kesiapan SPPG.

(fik/spt)

No more pages