Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah analis di Goldman Sachs dan Morgan Stanley juga menilai langkah pemangkasan suku bunga akan mendorong kenaikan harga saham lebih lanjut. David Kostin, Chief US Equity Strategist di Goldman Sachs, memperkirakan S&P 500 akan naik 2% pada akhir tahun ini dan 6% pada pertengahan 2026. Sementara Michael Wilson dari Morgan Stanley meyakini pemangkasan suku bunga akan menjadi pendorong berikutnya dalam pasar bullish, terutama untuk saham-saham berkapitalisasi kecil.

Meski begitu, indeks Russell 2000—yang menjadi tolok ukur saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah AS—masih tertinggal dibandingkan S&P 500 sepanjang tahun ini. Emily Roland dan Matt Miskin, Co-Chief Investment Strategists di Manulife John Hancock Investment, menilai saham-saham kecil AS belakangan ini “kurang dihargai” oleh pasar.

“Struktur internal pasar sebenarnya lebih lemah daripada yang terlihat,” tulis Adam Crisafulli, pendiri Vital Knowledge, dalam catatan Senin.

Sementara itu, laporan The New York Fed menunjukkan ekspektasi inflasi satu tahun naik tipis pada Agustus. Data Federal Reserve juga menunjukkan pinjaman konsumen AS melonjak pada Juli, mencatat kenaikan terbesar dalam tiga bulan.

Sejumlah data ekonomi penting dijadwalkan rilis pekan ini, termasuk indeks harga produsen pada Rabu, indeks harga konsumen pada Kamis, serta survei sentimen konsumen University of Michigan pada Jumat.

“Pasar bullish saat ini terasa tak terbendung, dengan dukungan baru bermunculan ketika penopang lama mulai melemah,” tulis para analis JPMorgan. Mereka menambahkan bahwa laporan laba Broadcom Inc yang melampaui perkiraan turut memperkuat tema investasi di sektor kecerdasan buatan (AI).

Bahkan, menurut JPMorgan, jika ada kejutan hawkish dari laporan inflasi pekan ini, “kemungkinan besar hal itu tidak akan menghentikan The Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga pekan depan.”

(bbn)

No more pages