Sementara itu, per Maret 2025, MGR memiliki aset total sebesar US$543,30 juta serta ekuitas mencapai US$263,30 juta.
Adapun, kewajiban MGR mencapai 280,09 juta, perinciannya; liabilitas jangka panjang sebesar US$202,09 juta dan liabilitas jangka pendek sebesar US$77,91 juta.
Selain masih tekor sejak 2022, MGR berencana menggunakan sebagian besar dana IPO untuk pelunasan utang ke induk usahanya, MDKA.
Perusahaan menyiapkan penawaran hingga 1,62 miliar saham baru bernilai nominal Rp150/saham dengan kisaran harga Rp1.800—Rp3.020. Dari aksi korporasi ini, potensi perolehan dana segar mencapai sekitar Rp4,89 triliun.
Sebagian besar dana hasil IPO bakal dialokasikan untuk pelunasan kewajiban kepada MDKA, dengan nilai mencapai US$260 juta atau setara Rp4,26 triliun.
Sementara itu, sekitar US$20 juta (Rp328,4 miliar) akan disuntikkan ke PT Pani Bersama Tambang dan jumlah yang sama ke PT Puncak Emas Tani Sejahtera sebagai tambahan modal kerja.
Dalam hajatan kali ini, Merdeka Gold menggandeng PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Masa penawaran awal dijadwalkan 8—10 September, dengan perkiraan efektif 15 September. Adapun, penawaran umum berlangsung pada 17—19 September dan saham perdana diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 23 September 2025.
(art/wdh)
































