Putin tetap memberikan dukungan kepada Gubernur Bank Sentral Elvira Nabiullina, meski ia menghadapi kritik dari pejabat dan pelaku usaha akibat keputusan menaikkan suku bunga acuan hingga rekor 21% pada Oktober lalu untuk menahan laju inflasi di tengah memanasnya ekonomi perang Rusia.
Meski bank sentral memangkas suku bunga total 300 basis poin dalam dua pertemuan terakhir, komentar Gref menegaskan adanya ketegangan di lingkaran kebijakan moneter. Bank sentral dijadwalkan menggelar rapat penentuan suku bunga berikutnya pada 12 September, dengan inflasi masih lebih dari dua kali lipat target.
Pertumbuhan ekonomi Rusia melambat drastis. Produk domestik bruto hanya tumbuh 1,1% dalam tujuh bulan pertama tahun ini, menurut data Kementerian Ekonomi pekan lalu. Padahal, tahun lalu ekonomi Rusia tumbuh 4,1%.
Menteri Ekonomi Maxim Reshetnikov sebelumnya memperingatkan bahwa Rusia berada “di ambang resesi,” saat duduk satu panel dengan Nabiullina dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Juni lalu. Menteri Keuangan Anton Siluanov bahkan menyebut ekonomi sedang berada “dalam badai.”
Sehari kemudian, Putin menegaskan resesi harus dihindari dengan segala cara.
“Sebagian orang percaya bahwa ‘hipotermia’ sudah terjadi, tapi aktivitas pinjaman belum berhenti,” ujar Putin pada Jumat. “Memang laju telah melambat, saya tahu, di beberapa sektor situasinya tidak mudah. Namun tidak ada hal baik yang akan terjadi jika inflasi dibiarkan menguasai ekonomi.”
(bbn)
































