"Kemarin saya juga udah melakukan rapat koordinasi dengan SKK Migas dan dengan Pertamina. Kita juga sudah memutskan bahwa kalau masih ada kekurangan dari swasta, bisa melakukan kolaborasi dengan teman-teman Pertamina agar semua bisa teratasi," ujarnya.
Belakangan, sejumlah warganet di X ramai mengunggah ihwal Pertamax yang mulai kedapatan kosong di sejumlah SPBU. Keterbatasan stok Pertamax itu terjadi di tengah kelangkaan pasokan BBM RON 92 dan 95 di SPBU swasta milik Shell Indonesia dan BP-AKR.
Salah satu akun @Yhurina4 di X menggunggah cuitan, “Kayaknya aku antre ini sudah satu jam setengah, gegara Pertamax kosong,” ujarnya, seraya menyertakan foto antrean panjang di salah satu SPBU Pertamina.
Senada, akun @vicandsan_ juga mengeluhkan hal yang sama.
“Kayak orang bego muter-muter nyari BBM Shell, Vivo, BP, Pertamax juga kosong,” tulis dia.
Pemilik akun @ndraverne juga melaporkan bahwa Pertamax kosong di SPBU Kemang Bogor dan Jampang.
Diketahui, kedua perusahaan ritel BBM swasta itu melaporkan kehabisan pasokan pada akhir bulan lalu.
BP-AKR melaporkan kelangkaan pasokan BBM itu terjadi untuk produk BP Ultimate dengan nilai oktan RON 95 dan BP 92 dengan oktan RON 92.
Sementara itu, Shell Indonesia melaporkan kehabisan pasokan pada lini produk Shell Super, Shell V-Power dan Shell V-Power Nitro+.
Namun, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian tidak menjelaskan penyebab pasti gangguan pasok BBM di SPBU perseroan, yang notabene merupakan kejadian yang sudah beberapa kali terulang sejak awal tahun ini.
“Produk BBM Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia di beberapa jaringan SPBU Shell hingga waktu yang belum dapat dipastikan,” ujarnya saat dimintai konfirmasi, Rabu (27/8/2025).
-- Dengan asistensi Dovana Hasiana
(mfd/wdh)






























