Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, Tri menambahkan, koreksi ekspor batu bara tahun ini sebagai suatu hal yang wajar.

Malahan, dia menegaskan, kementeriannya telah mengantisipasi potensi pelemahan permintaan dari China dan India lewat prognosa capaian kinerja ekspor dan produksi batu bara yang lebih rendah tahun ini.

“Tapi memang kalau dibanding dengan prognosa kita, kalau dibanding dengan tahun lalu memang mengalami penurunan,” tuturnya.

Kendati demikian, dia mengatakan, kementeriannya mendorong Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) untuk menjajaki kemungkinan pasar ekspor baru di kawasan Asia Tenggara (Asean).

“Asia itu utamanya untuk Asean coba dijajakin, kita sudah ngomong juga dengan APBI, coba dijajakin misalnya Vietnam, Malaysia, Thailand, terus kemudian Filipina,” kata Tri.

Seorang pekerja mengambil sampel batu bara dari kereta api di tambang batu bara terbuka PT Bukit Asam di Tanjung Enim./Bloomberg-Dadang Tri

Menurut dia, kesempatan ekspor ke pasar alternatif di Asean itu cukup terbuka lebar lantaran sejumlah negara di kawasan masih mengimpor batu bara dari Rusia.

Dia berharap pengusaha batu bara domestik bisa mulai penetrasi ke pasar baru di kawasan Asean pada sisa tahun ini.

“Mudah-mudahan ya, mudah-mudahan ada ekspansi,” kata dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor batu bara sepanjang Januari sampai Juli 2025 minus 21,74% ke level US$13,82 miliar atau sekitar Rp227,47 triliun (asumsi kurs Rp16.460 per dolar AS).

Torehan kinerja ekspor komoditas emas hitam itu terpaut lebar dari capaian sepanjang periode yang sama tahun sebelumnya di level US$17,66 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan koreksi nilai ekspor batu bara itu ikut dibarengi dengan susutnya pengiriman batu bara secara volume sepanjang Januari sampai Juli tahun ini.

“Nilai ekspor batu bara turun 21,74% secara kumulatif,” kata Pudji dalam konferensi pers secara daring, Senin (1/9/2025).

Adapun, kinerja ekspor batu bara secara volume terkoreksi 6,96% ke level 214,71 juta ton sampai periode yang berakhir Juli 2025, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 230,76 juta ton.

Sementara itu, rata-rata unit nilai ekspor batu bara juga susut 9,64% ke level US$64,37 per ton, lebih rendah dari posisi tahun sebelumnya di level US$71,24 per ton.

(naw)

No more pages