Logo Bloomberg Technoz

Dia menambahkan operasi pasar akan digencarkan di sejumlah daerah yang mengalami kenaikan harga. Hal tersebut dilakukan bersama oleh Perum Bulog, Bapanas, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian.

Sebelumnya, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengungkapkan, akan segera menggelar koordinasi dengan seluruh daerah, khususnya 214 kabupaten/kota yang menjadi target penurunan harga beras.

“Kami akan segera intervensi. Oleh karena itu, kami hari ini (3/9/2025) akan mengundang seluruh daerah dan stakeholder terkait, dengan fokus pada 214 kabupaten/kota tersebut untuk intervensi stabilisasi pangan,” ujar Ketut. 

Sekadar catatan, BPS mencatat jumlah daerah tersebut sejatinya meningkat dari pekan sebelumnya sebanyak 200 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga beras.

Dalam paparannya, BPS mencatat harga beras di zona 1 mengalami kenaikan 1,05% dibandingkan Juli 2025. Harga beras untuk kualitas medium tercatat Rp 13.998/kg, naik dari Rp 13.853/kg. Sementara HET beras kualitas medium saat ini Rp 13.500/kg.

Sementara harga beras premium tercatat naik 0,80%. Untuk kualitas premium saat ini secara rata-rata nasional Rp 15.432/kg naik dari Rp 15.310/kg. Sementara HET beras kualitas premium saat ini Rp 14.900/kg.

Mengatasi kenaikan harga beras tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan akan fokus mengintervensi harga beras di 214 daerah secara intensif.

Meskipun demikian, terdapat peningkatan jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan harga beras. Hal ini merupakan sinyal yang baik dari program intervensi stabilisasi pangan yang digalakkan pemerintah. 

“Meski begitu, masih ada 214 kabupaten/kota yang harga berasnya berada di atas harga acuan pemerintah. Minggu ini kami akan fokus ke daerah-daerah tersebut dengan langkah bersama yang melibatkan Bapanas, Bulog, dan Kementerian Pertanian,” ujar Tito. 

Berdasarkan data Bulog, realisasi penyaluran beras SPHP per 2 September 2025 mencapai 307.909 ton atau 20,53% dari total pagu penyaluran SPHP 2025 sebesar 1,5 juta ton. Ini artinya, masih ada 1,19 juta ton beras SPHP yang harus segera disalurkan Bulog hingga akhir 2025.

Data terakhir Bulog juga menyebut bahwa penyaluran beras SPHP pada 1 September baru mencapai 4.722 ton sedangkan 31 Agustus mencapai 3.501 ton dari target harian yang dipatok sebanyak 7.000 ton.

(ell)

No more pages