Logo Bloomberg Technoz

Dia menjelaskan harga timah dunia dalam pergerakan yang stabil dan cenderung naik di sekitar US$35.000/ton. Menurut Wahyu, harga timah bisa terus mengalami kenaikan, terutama jika terjadi gangguan pasokan di produsen utama termasuk Indonesia.

“Timah memiliki prospek yang cukup cerah dalam jangka menengah. Permintaan dari industri elektronik dan semikonduktor tetap kuat, sementara masalah pasokan global belum sepenuhnya teratasi,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, area support timah berada di level US$33.000/ton. Jika timah masih di atas level itu, timah global akan melanjutkan tren kenaikan harga.

Sementara itu, area resistance berada di level US$36.000/ton. Jika level tersebut ditembus, harga timah global bisa menguji level tertinggi sebelumnya di sekitar US$37.000/ton.

Adapun, Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) memproyeksikan produksi timah Indonesia hanya mencapai 50.000 ton pada 2025, turun dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebanyak 52.000 ton. Di sisi lain, RI memasok sekitar 20% kebutuhan logam timah dunia.

Berdasarkan catatan AETI, produksi timah global pada 2024 didominasi oleh China dengan jumlah mencapai 175.000 ton. Indonesia berada di posisi kedua dengan produksi sebesar 52.000 ton, disusul Peru yang memproduksi sekitar 30.300 ton. 

Sementara itu, Bolivia dan Malaysia mencatatkan produksi yang relatif berdekatan, masing-masing 16.500 ton dan 16.300 ton. Di bawahnya, Brasil menghasilkan sekitar 15.300 ton, sedangkan Thailand menutup daftar tujuh besar produsen timah dunia dengan produksi sebesar 9.600 ton.

Adapun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi produksi timah pada tahun lalu hanya mencapai 39.814 ton, anjlok 41,6% dari capaian 2023 yang sebanyak 68.236 ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan produksi timah yang menurun merupakan imbas kasus korupsi tata kelola niaga pada wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) PT Timah Tbk (TINS) periode 2015—2022.

Timah batangan murni di pasar spot Shanghai Metal Market (SMM) diperdagangkan kisaran US$33.736 per metrik ton hingga US$33.909 per metrik ton atau rata-rata sebesar US$33.823 per metrik ton pada Selasa (2/9/2025). Atau naik 0,28% dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, harga timah di London Metal Exchange (LME) mencapai US$34.733/ton pada hari ini, turun 0,63% dari penutupan sebelumnya.

Rerata harga timah pada tahun lalu mencapai US$30.000/ton, naik dari proyeksi sebelumnya di level US$28.000/ton, ditopang oleh sentimen gangguan pasokan di produsen utama Myanmar dan Indonesia, menurut data BMI, unit riset Fitch Solutions.

(azr/wdh)

No more pages