Logo Bloomberg Technoz

Dalam kaitan itu, per 1 September 2025 seluruh SPBU swasta kompak menaikkan harga BBM nonsubsidi dan hanya BBM jenis diesel yang mengalami penurunan harga.

“Jadi sangat wajar, mereka mengkompensasi dengan nilai jual yang dinaikkan,” tegas Hadi.

Tambahan Kuota

Adapun, selain memperpendek durasi izin impor dari 1 tahun sekali menjadi 6 bulan sekali, pemerintah mengklaim telah menambah kuota impor BBM sebesar 10% dari besaran tahun lalu kepada badan usaha (BU) hilir migas.

Dalam kaitan itu, Hadi memandang tambahan kuota impor BBM memang memberi kabar baik bagi perusahan SPBU swasta. Akan tetapi, tambahan tersebut tidak serta-merta menyelesaikan permasalahan gangguan stok yang dihadapi.

Terlebih, jika proses perizinan yang dijalankan terbilang rumit maka proses impor tersebut akan memakan waktu lama. Selain itu, BU swasta juga perlu mempersiapkan kapal pengiriman dan penyimpanan tambahan atas tambahan kuota tersebut.

“Kelihatannya kebijakan itu akan menguntungkan Pertamina, dan tidak fair play dalam persaingan industri yang sehat. Dalam konteks ini, otomatis SPBU swasta tidak mendapatkan perlakuan yang adil,” ungkap Hadi.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong perusahaan SPBU swasta membeli BBM dari kilang pertamina. Menurut Bahlil, opsi itu bisa meredam kekurangan pasokan BBM di jaringan SPBU milik Shell dan BP-AKR.

Nah, kalau ada yang masih kurang [swasta] ya silakan beli juga di Pertamina. Kan Pertamina juga barangnya ada,” kata Bahlil ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (29/8/2025).

Dia menegaskan, secara peraturan disebutkan bahwa SPBU swasta yang belum mendapatkan alokasi BBM sesuai kebutuhan dapat membeli di Pertamina.

Bahlil juga enggan mengonfirmasi adanya kelangkaan BBM di jaringan SPBU swasta. Bahlil beralasan BBM di SPBU Pertamina relatif tersedia. Apalagi, dia menggarisbawahi, pemerintah telah memberi tambahan kuota impor sebesar 10% kepada SPBU swasta untuk tahun ini.

Sebelumnya, warganet menyatakan kelangkaan stok sejumlah jenis BBM di beberapa SPBU Shell dan BP-AKR terjadi dua pekan lalu. Gangguan pasokan tersebut setidaknya terjadi di areal Jabodetabek dan sekitarnya.

Adapun, bulan ini, sejumlah operator SPBU menyesuaikan harga sebagian jenis BBM per 1 September 2025. Hanya BBM jenis diesel atau solar nonsubsidi yang kompak mengalami penurunan harga.

Mengutip pengumuman resminya, Vivo Energy Indonesia menaikkan harga seluruh jenis BBM dan hanya diesel yang mengalami penurunan. Harga BBM Revvo jenis R90 menjadi Rp12.530/liter atau naik sebesar Rp40 dibandingkan bulan sebelumnya Rp12.490/liter.

Lalu, harga BBM Revvo R92 naik Rp30 menjadi Rp12.610/liter dari harga bulan sebelumnya sebesar Rp12.580/liter. Harga BBM Revvo R95 menjadi Rp13.140 atau turut mengalami kenaikan sebesar Rp90 dari bulan sebelumnya Rp13.050/liter.

Sementara itu, harga BBM Revvo Diesel menjadi satu-satunya BBM Vivo yang turun. Revvo Diesel mengalami penyesuaian harga menjadi Rp14.140/liter atau mengalami penurunan harga Rp240 dari bulan sebelumnya Rp14.380/liter.

BP-AKR, perusahaan migas asal Inggris, juga tercatat menaikkan sejumlah harga BBM. Harga BBM jenis BP 92 (RON 92), kini dibanderol sebesar Rp12.610 per liter atau naik Rp60 dari harga bulan lalu sebesar Rp12.550/liter.

Harga BP Ultimate dengan RON 95 juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp13.120 atau naik Rp70 dibandingkan bulan sebelumnya yang dibanderol Rp13.050/liter.

Sementara itu, BP Ultimate Diesel mengalami penurunan harga Rp240 menjadi Rp14.140/liter dari bulan sebelumnya yang dijual seharga Rp14.380/liter.

Selanjutnya, Shell Indonesia—raksasa migas asal Eropa—menjual Shell Super (RON 92) yang setara Pertamax seharga Rp12.580/liter atau tak mengalami perubahan dari yang dibanderol bulan sebelumnya.

Shell V-Power (RON 95) dihargai Rp13.140/liter atau naik Rp90 dari bulan sebelumnya seharga Rp13.050/liter.

Sementara itu, Shell V-Power Nitro+ kini dijual RP13.300/liter atau mengalami kenaikan harga sebesar Rp70 dari bulan sebelumnya seharga Rp13.230/liter.

Lalu, harga BBM diesel milik Shell, Shell V-power Diesel, tercatat mengalami penurunan harga Rp250 menjadi Rp14.130/liter dari bulan sebelumnya dijual sebesar Rp14.380/liter.

(azr/wdh)

No more pages