Logo Bloomberg Technoz

Gangguan Stok Disebut Jadi Faktor Harga BBM di SPBU Swasta Naik

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 September 2025 13:30

Tulisan pengumuman stok BBM kosong di SPBU Shell, Cikini, Senin (3/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Tulisan pengumuman stok BBM kosong di SPBU Shell, Cikini, Senin (3/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta Durasi izin impor bahan bakar minyak (BBM) yang diperpendek dari anual menjadi setiap 6 bulan diduga menjadi salah satu faktor kenaikan harga bensin di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta pada September.

Praktisi industri migas sekaligus Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo menjelaskan kontrak impor jangka pendek akan membuat harga BBM yang dibeli SPBU swasta lebih mahal dari kontrak jangka panjang karena membuat proses pengiriman menjadi lebih sering.

Selain itu, Hadi memandang perusahaan SPBU swasta harus membayar lebih terhadap asuransi yang dikenakan pada setiap pengiriman produk BBM tersebut.


“Jelas sekali, dengan durasi waktu yang pendek, mereka akan melakukan persiapan ulang terkait dengan persiapan kontrak pengapalan, loading–unloading schedule, delivery, dan logistic support lainnya,” kata Hadi ketika dihubungi, Selasa (2/9/2025).

Tulisan pengumuman stok BBM kosong di SPBU Shell, Cikini, Senin (3/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Hadi menegaskan tambahan biaya yang dikeluarkan perusahaan SPBU swasta tersebut akhirnya dikompensasi dengan harga jual yang dinaikkan.