Seruan Moral UGM: Hentikan Kekerasan, Jaga Demokrasi
Redaksi
31 August 2025 11:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan seruan moral terkait dinamika aksi massa yang terjadi di berbagai kota besar di Indonesia. Melalui pernyataan resmi yang dibacakan Rektor UGM, Prof. Dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., civitas academica UGM menegaskan keprihatinan mendalam atas eskalasi kekerasan dan situasi politik-ekonomi nasional.
UGM menilai gelombang aksi yang berlangsung di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, dan sejumlah daerah lain belakangan ini telah berkembang menjadi peristiwa yang memprihatinkan. Bentrokan antara aparat dan massa, aksi anarkis, penjarahan, hingga perusakan fasilitas umum disebut berpotensi mengancam keutuhan bangsa.
“Bahkan pada beberapa peristiwa telah merenggut korban jiwa dan menimbulkan banyak luka-luka. Jika dibiarkan, situasi ini bisa menjadi tragedi kemanusiaan,” ujar Ova Emilia dalam keterangannya dikutip dari YouTube Universitas Gadjah Mada.
Dalam seruan moral tersebut, UGM menyampaikan lima poin sikap:
- UGM menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam rangkaian aksi massa. Semua pihak diimbau untuk menghentikan kekerasan maupun anarkisme demi menjaga nilai kemanusiaan dan martabat bangsa.
- UGM mendukung aksi damai non-kekerasan dalam menyuarakan tuntutan masyarakat, khususnya mendorong pemerintah memperbaiki penegakan hukum, pemulihan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
- UGM mengingatkan pemerintah dan DPR agar membatalkan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, memperlebar kesenjangan, serta mengancam keberlangsungan demokrasi dan supremasi sipil.
- Mahasiswa UGM didorong untuk tetap peduli pada kondisi bangsa melalui cara yang konstruktif, disertai kehati-hatian serta kesadaran menjaga diri dalam setiap aksi.
- UGM meminta Polri dan TNI mendengar aspirasi masyarakat dengan responsif dan akuntabel, agar situasi terkendali, korban tidak terus berjatuhan, serta ketertiban dan keamanan segera pulih.
Rektor UGM menegaskan, pernyataan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral civitas academica untuk menjaga keutuhan bangsa dan cita-cita kemanusiaan.
































